Archive for January, 2007

Pemimpin Abadi

Pemimpin abadi adalah sosok pejalan jauh yang menempuh perjalanan
tanpa mengenal kata berhenti didalam kehidupannya. Senantiasa
melakukan perjalanan di berbagaia belahan dunia guna mencari dan
menuntut bahkan menjemput ilmu yang telah tersedia. Tak kenal teriknya
siang, tak kenal dinginnya malam, bahkan dalamnya samudera dan
menjulangnya langit. Meski didalam keyakinannya bahwa ilmu itu sedikit
dibanding dengan ilmu pencipta-nya. Tapi ia berusaha terus agar dapat
diraih. Inilah sosok pemimpin abadi.
***
Pemimpin abadi adalah seseorang yang mampu membaca peluang
didalam perjalannya. “Leader is Reader” Ada sebagian orang yang
menganggap bahwa yang buruk itu akan selamanya buruk, tetapi
pemimpin abadi tidak seperti itu, pemimpin abadi akan berusaha untuk
membentuk pola pikir (paradigma) bahwa segalanya adalah baik.
Anggapan bahwa resiko adalah berbahaya, tapi bagi Pemimpin abadi
resiko adalah sesuatu yang harus dikelola agar tunduk dan menghasilkan
sebuah gebrakan besar yang sungguh luar biasa. Semakin besar resiko
yang dikelola, maka peluang keberhasilan akan lebih besar.
***
Pemimpin abadi adalah insan yang membawa masa depan menuju hari
ini. Ketika orang akan berpikir, ia sudah mengerjakannya. Perjalanan waktu
dan perputaran dunia. Pergantian zaman dan peralihan budaya. Teknologi,
managemen, bahkan hingga kepercayaan. Telah membuktikan dengan
adanya Pemimpin abadi yang telah membawa hal tersebut diatas
kepada hari ini. Luar biasa bukan ? awalnya orang-orang menganggapa ia
gila karena idenya yang belum pernah ada. Tapi inilah Pemimpin abadi,
yang selalu membawa kepada perubahan menjadi lebih baik. Baginya
statis adalah hal yang sungguh konyol. Hingga ia ingin ada suatu
perubahan. Bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk semua ummat manusia.
Inilah Pemimpin abadi, apakah anda termasuk kriterianya?
***
Pemimpin abadi memiliki insting yang tajam,ketajamannya melebihi
belati, kilatannya melebihi cahaya, dan keakuratannya tiada pernah
diragukan. banyak tipe Pemimpin abadi di berbagai bidang, ada dibidang
bisnis dan lintas profesi lainnya. Dengan sikap membaca peluang serta
mempertajam insting yang selalu aktif. Masa depan dapat ia prediksikan,
serta belajar dari evaluasi masa lalu. Hal ini menjadikan semua orang
yang berada didalam kepemimpinannya selamat. Kepercayaan pun
mengalir didalam struktur. Sehingga tidak ada rasa curiga. Inilah karakter.
Jiwa kepemimpinannya untuk dibuktikannya bukan hanya untuk dimiliki.
Pemimpin abadi, yang siap megnemban tanggung jawab kapan pun dan
dimanapun (fleksibel).
***
Pemimpin abadi mampu menempatkan dirinya diberbagai kondisi
(positioning). Baik dalam kondisi terjepit maupun lapang, dalam keadaan
jaya maupun pailit. Pemimpin abadi mengikuti aturan main kehidupan
tanpa ada rasa sedikitpun untuk melawan arus (roling). Berperan sebagai
pemain sandiwara, memainkan peran sesuai skenario yang telah
ditetapkan oleh Sang sutradara. Pemimpin abadi mampu memikirkan apa
sebaiknya dilakukan, terhadap siapa dan kapan akan dilakukan
(thinking).tidak ada yang meleset, karena jiwadan raganya telah terpaut
kepada Sang pembuat rencana. Tiada tabir antara hati dan cahaya,
karena itu ia menjadi Pemimpin abadi.
***
Pemimpin abadi mampu berbicara secara fasih (speaking), seorang
moderator handal, tiada pernah keluar kata yang menyakitkan dari
lisannya. Tiada pernah lepas dari memuji lawan bicaranya. Tak peduli
dengan siapa ia sedang berbicara, pembicaraannya selalu membawa
manfaat dalam kondisi dan solusi didalam masalah. Laksana garam
terhadap sayur bukan minyak terhadap api. Kepuasan yang ada diraut
wajah lawan bicaranya karena kesopanan lisan dan penghormatannya.
Didalam diamnya ia terus berbicara, menyebut nama Tuhan yang selalu
mengawasi baik dalam kesendirian maupun tidak. Apakah kita Pemimpin
abadi ?
***
Pemimpin abadi lebih banyak mendengar (listening) dari pada berbicara.
Karena sudah merupakan suatu ketetapan kalau telinga diciptakan dua
dan lisan hanya satu, dengan maksud agar seseorang lebih banyak
mendengar dari pada berbicara. Inilah yang diterapkan Pemimpin abadi.
Dari sini ia banyak belajar, dari sini meningkat derajat dan kemuliaannya.
Karena orang _ orang bijak memberi nasehat bahwa kehancuran dimulai
dari yang begitu kecil, lisan. Ia siap mendengar apa saja. Ia menjadikan
pendengarannya sebagai sarana untuk berbagi. Berapa orang yang telah
mengadu kepadanya? Ia siap mendengarkan. Bahkan merahasiakan,
tanpa menceritakan kepada siapapun. Karena hal tersebut adalah aib. Ia
bagai kuburan bagi cerita-cerita yang telah orang-orang sampaikan
kepadanya. Sekali lagi, Pemimpin abadi hanya berbicara ketika manfaat,
karena ia begitu menjaga lisannya.
***
Pemimpin abadi, baginya silaturahmi (relationing) adalah hal yang sangat
penting. karena ia yakin, semakin luas jaringan maka, kehidupan ini akan
semaikn indah. Tak pernah menerima pemberian apa lagi untuk meminta
dan memohon. Kehidupannya hanya untuk mempersembahkan yang
terbaik kepada saudara-saudaranya. Bahkan ia adalah sosok jiwa yang
siap melayani, bukan sebagai penguasa. Tiada pernah bagi Pemimpin
abadi untuk mengambil manfaat demi kepentingan individu dari
relasinya. Ia menjalin persahabatan dengan tulus tanpa pernah mngharap
balas. Itulah Pemimpin abadi. Adakah kita seperti itu ?
***
Pemimpin abadi, bagi orang-orang yang berada disekelilingnya, ia adalah
pemimpin yang menyenangkan. Mampu memberikan obat kepada yang
sakit, cahaya kepada yang berada didalam kegelapan, dan memberi
tongkat kepada sipincang. Ia menjadi insan yang memberikan perubahan
melalui pembaharuan (refreshing) terhdap semangat dan dorongan. Tidak
pernah memerintah jika ia memang mampu mengerjakannya. Tidak akan
pernah bergantung kepada makhluk, karena hal itu menyangkut harga diri.
Adakah kita memiliki harga diri ?
***
Pemimpin abadi, adalah pengumpul kegagalan, dengan alat yang disebut
optimis, ia menghancurkan seribu kegagalan tersebut menjadi puingpuing
dan mengumpulkannya kembali menjadi satu dan menjadi sesuatu
yang baru yang dikenal dengan kesuksesan yang gemilang. Bukan
kesuksesan sebagai tujuannya, yang dia inginkan hanya kebahagiaan.
didalam perjalannya menuju sukses, lubang kegagalan terus
menghampiri. Tapi ia yakin, dari situlah ia belajar, dari peristiwa itulah ia
mendapat pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Tak perduli
berapa besar yang harus dikeluarkan, meski berakhir dengan satu
kegagalan, didalam sana ia telah berhasil, berhasil membangun jaringan
silaturahmi dari kegagalannya. Dari guru kehidupan yang tiada akan
pernah berhenti untuk mengajar Pemimpin-pemimpin abadi lain yang siap
untuk melangkah. Siapakah Pemimpin abadi selanjutnya ?
***
Pemimpin abadi adalah makhluk. Senantiasa bersyukur didalam
kenikmatan dengan cara berbagi. Dan sabar dalam kedukaannya dengan
cara tidak mengeluh apa lagi mengadu kecuali kepada Khaliqnya. Inilah
pemimpin abadi, meski terfitnah ia akan terus maju, meski terjatuh ia
lekas bangkit. Dan terus maju meski didalam kemunduran. Ia tidak akan
pernah terkurung didalam kesedihannya. Tangisannya tidak akan
menjadikannya lemah tetapi malah menjadi lebih tegar dalam
mengarungi samudera kehidupan. Nakhoda yang siap berpacu, melawan
ombak dan menantang badai. ia adalah Pemimpin abadi, sosok yang
dirindukan oleh semua kaum dengan kerinduan yang sangat.
***
Pemimpin abadi, sifat kompetisi yang tinggi. Bersaing dengan lawan.
Bukan hanya menjadi yang terbaik, tetapi untuk merubah sang lawan
menjadi kawan. Kemenangan adalah hal yang luar biasa jika tidak ada
yang kalah. Pemimpin abadi tidak pernah membuat lawan menjadi kalah.
Pemimpin abadi tidak akan pernah menjatuhkan lawan. Ia hanya bersaing
untuk mendapatkan kemenganan dan menjadikan lawan sebagai kawan
yang akan menjadi pemenang. Dengan keyakinan dan kebulatan
tekadnya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik dan Pemimpin
abadi siap menjemput pemberiaan terbaik tersebut dengan ikhtiar (effort)
yang maksimal. Berpeluh keringat dengan bermandikan darah apalah
artinya jika dibandingkan dengan ampunan dan rahmat dari Allah yang
terus menjadi sandarannya untuk selamanya.
***
Pemimpin abadi, tabah dalam kondisi terjepit, tak peduli seberapa sempit,
karena ia yakin ini adal sebuah pembelajaran. Seperti hikmah dari seeokor
ulat yang harus terus berpuasa ketika ingin menjadi kupu-kupu yang cantik
dan indah. Ulat juga harus rela dibungkus dalam beberapa waktu.
Bukankah ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ini juga adalah
sebuah proses untuk sebuah pergerakan yang akan membawa kepada
perubahan. Ya, seperti air yang jika ia statis, maka air akan berbau busuk.
Lihatlah air yang mengalir! Ia terus bergerak, tak peduli apapun yang
menghalanginya. Pemimpin abadi inilah satu prinsip Pemimpin abadi.
Bergerak !
***
Pemimpin abadi, tiada pernah terpikir untuk menunda-nunda urusan.
Karena kehancuran yang akan dijumpai jika hal itu dilakukan. Dengan
ikhtiar penuh, dan fokus terhadap apa yang menjadi urusan tersebut.
Pemimpin abadi tidak akan pernah pasrah terhadap nasib. Karena ia yakin
akan janji Tuhannya terhdap nasib, jika seseorang tidak merubah, maka
apapun tidak akan berubah. Pemimpin abadi juga tidak agresif, ia tidak
terbawa oleh emosionalnya tapi kecerdasan emosinya yang memimpin
dirinya. Sikap agresif adalah sikap yang terlalu tergesa-gesa, tanpa
pertimbangan yang matang dan tanpa melihat kedepan (prediction) apa
yang akan terjadi. Pemimpin abadi itu bersifat proaktif, yaitu diantara
kedua sikap tadi. Melihat resiko apa yang akan dihadapi, dan apa
kemungkinan terburuk dan terbaik yang akan terjadi. Adakah kita seperti
itu ?
***
Pemimpin abadi hanya perpusat kepada Khaliqnya (God oriented), sebuah
titik yang menjadi pusat atas segalanya. Pemimpin abadi adalah
pemamkmur kehidupan. Kehidupan siapa saja. Karena ia yakin bahwa ini
adalah amanah dari Tuhannya. Ia akan melayani siapa saja. Pemimpin
abadi tidak pernah mengharapkan pujian, ia hanya ingin dinilai oleh
Tuhannya. Penilaian yang sejati hanya dimiliki oleh Penciptanya. Inilah
sebuah pengawasan yang nyata. Orang-orang boleh mengwasi tapi pasti
ada kelalaian yang dilakukan. Tapi pengawasan dari Tuhan sungguh luar
biasa. Tidak ada sedikitpun kelalaian. Inilah tujuan abadi bagi sosok
pemimpin abadi. Pengawasan dari tuhan, pusat kepada Zat Pecipta.
***
Pemimpin abadi, kesederhanaan adalah pakaian bagi dirinya.
kedermawanan adalah selimut baginya. Kehidupan yang glamour sangat
jauh dari kepribadiannya. kesederhanaan bukanlah sesuatu yang hina.
Keserhanaan adalah lambang kemuliaan, bukan hanya bgi Pemimpin
abadi, tapi bagi siapa saja. Pemimpin abadi adalah pengembana amanah
kehidupan yang mengajak kepada sebuah keserhanaan. Karena ia yakin,
hidup dengan limpahan kenikmatan yang berlebihan adalah sesuatu
yang menjadikan siapa saja syaitan sebagai sahabat kehidupannya.
Tetapi ia juga yakin, kefakiran akan mendekatkan siapa saja kepada
kekufuran terhadap Tuhannya. Inilah maksud dari amanah kehidupan
tersebut. Siapa yang mengmbil jalan tengah maka ia akan selamat dan
mendapat rahmat.
***
Pemimpin abadi, memiliki kebijaksanaan jiwa yang begitu mulia,
kesombongan, hasad, dengki apa lagi ingin menjatuhkan tidak akan
pernah melintas didalam dirinya. Kehidupannya hanyalah untuk melayani.
Kepercayaannya atas segala sesuatu adalah milik Tuhannya. Dan ini
semua adalah titipan (amanah) dari Tuhannya. Ia hanya sebagai
pemelihara demi kemakmuran atas seluruh ummat manusia. Kehidupan
ini hanyalah sebuah perjalalan bagi Pemimpin abadi, sementara para
pengecut dan orang0orang yang kalah menganggapa kehidupan ini
adalah sebagai peristirahatan terakhir. Sehingga mereka bersedia
memperebutkannya. Pemimpin abadi percaya atas pernyataan yang
dikeluarkan oleh Tuhannya tentang nilai dari dunia ini yang tidak lebih dari
sehelai sayap lalat. Siapakah kita ? pengecut atau Pemimpin abadi ?
***
>>> Arbi anak B’ Joel was created this creation
Managed by: alsa_05

Comments (1) »

Trilogi Cint4

TRILOGI CINTA
>>> Arbi anak B’ Joel

Asw sobatku semuanya…
eh, ada gosip lo, katanya nih, si inul itu punya suami namanya adam, eneran apa nggak
ya ? trus si krisdayanti itu lo…wah..wah..wah… nggak tau dech mo ngomong gimana,
suaranya OK banget. Trus si Aa Gym itu ya..katanya nih dah punya dua, malah lebih lagi…
(apanya?) anaknya lo jeng…kebayang nggak ya…hmmmm, klo cate steven (yusuf islam
itu) ngeluarn albumnya “the other cup”, gimana ya reaksi orang2 yang benci setengah mati
ke islam..(lo..kok ke Islam) ya iyalah…kan yusuf islam itu ikon besar…ikon lo mbak, di
indonesiakan..bukan ikan..kok bodoh amat sih ?
hehehehe….itu tadi sobat sedikit pengantar, ya…memang sih topik tuk kali ni bukan itu tapi,
sedikit soft ajakan aja…n sedkit larangna, tuk STOP GOSIP. Ada yang bilang gini fren, klo
GOSIP itu singkatakan dari GOsong Semua Isi Pahala. Yo…i fren, lain gosip lain gibah, klo
ghibah tu menceritakan yang sebenarnya, nah, yag gosip tu udah nyeritin, blum tentu (90%
lebih) benar lagi. Gitu ya pak ustad ? klo salah tolong dibenarkan ya…mklum dech, masih
belajar ni.
Fren, mungkin ada dari kta nih yang usianya dah lebih dari dua puluh, atau mungkin masih
di pintu 18, yang jadi pertanyaan pertama nih fren ke yang umur diatsa 20, pa aja yang
udah kita2 (gue mo ke 20 taun depan) buat? Tanag fren, tapi lo harus serius juga, usia
kita dah itungan puluhan lo…nggak pake acara mikir sekarang, pertanyaan tadi pa aja yang
udah lo buat…AKSI.
Fren 18; bi…bi… udah bi.. jangan emosional gitu…
Arbi ; astaghfirullah…bukan marah maksd aq fren but klo dah ada yang ktia buat , yok kita
kembangin lagi, but klo blum ada, aku disini fren…disini…siap jadi gandengan lo… kita ni
kan satu fren
AKU TU KAMU…KAMU TU AKU…
BUKAN AKU TU AKU, BUKNA JUGA KAMU TU KAMU
BASI….!!!
Fren, ente harus yakin sma ane KLO HIDUP NI BUKN TUK BEJUANG, JADI TUK APA ?
Sia-sia kan rasanya ? Jendral sudirman fren, sampe sekarang dikeanng ,karena
perjuanganya, so, giliran kita ni nyusul jendral Sudirman, selain nyusul ajal, kita juga nyusul
keberhasilan n semangat juang dari Jendral pertama Indonesia in ifren.
Nah lanjut ke yang sobat aq yang umur dibawah 20, bukan menasehati, but yang jadai
topik tuk saat ni tu kalian fren. Entah bener entah ggak, tapi pastinya BENERAN.
Hehehe….pengalamna sih- klo yang seusia gini sensi banget klo ngebahas maslh lawan jnis,
ya kan fren ? klo nggak ya dipertanyakan lagi dech, ya kan ? g juga…tanya lagi…ya kan
?hehehehe…
Oiya, kenalin nich, sekarang gue sama sobat gue namanya Fren 18, ni yang mo di introgasi
nich, hahahaha….(bayangin dia duduk di kursi listrik, gue lagi memang tombol tuk
nyalainnya, .plus ketawa, atau boleh juga lo tambahin gue pake kumis tebal, badan besar
(ada benernya sich), bau…(yang ini nggak)).
Ada nih, sanking berjuangnya, -atau jgn2 mnyalaha artikan motto aq nih KLO HIDUP NI
BUKAN TUK BJUANG, JADI TUK APA ?- trus mengerahkan jurus2 jitu, tapi nggak mempan
uga, eh malah pake jurus yang ada didalam daftar jurus. Klewatan dech yang pake jurus
itu.
Fren, kita nggak bisa ngelarang remaja yang kayak gituan, ya setidaknay ktia bisa
memberikan alternatif lain sebagai solusi yang lebnih baik. Mksd gue tu fren, jurus yang ada
didaftar jurus itu gini mantaranya…
AKU CINTA KAMU KARENA ALLAH klo bahasa prancisnya
ai laf yuu bicoz ALLAH
waaaaaaaaaaaaaaaaa…hina tau ngak, klo emang nafsu, jangan dicmpur2 donk yang suci, plis
bah (kata orang medan)Nah, fren gnerasi muda belia…(cie…noraaaak), beneran lo, sekali lagi aq tegasin, klo
yang namanya nafsu nggak akan pernah nyatu dengan yang suci, ini intinya klo pake jurus
tadi, sama aja artinya ngambing hitamin nama Allah titik
Yang jadi maslah ni, senjata ni yang sering di lakuian sama, anak ROHIS atawa le de ka
di kampus2. klo yag ada pndidikannya sih, wajar aja, Cuma pake jurus yg ada didaftar
jurus aja dah ampuh, ni sementang teman2 kita tadi nggak tau daftar, eh malah pake jurus
ni..DON TRAI DIS FREN!!!
Aq yang jamin fren, klo yang tadi “sok” suci di mulut doank, selebnihnya nafsu, kecuali ni
memang ener2 bener lahir ari hati…
Fren 18 ; tapi beneran lo bi….ni dari hati gue yang paliiiiiiing dalam, nggak percaya, belah
hati gue nih.
Arbi ; Ok fren, emang dari hati lo, tapi kita juga musti tau, klo hati ada 3, hati sehat,
sakit, mati. Lo yang mana nih ? yang udah ad ilmunya, dah tau kan diposisi mana ? hati
fren, nggak bisa bo’ong. Trus Klo pun emang bener, kaerna 4JJI, dah mestinya fren ada
ikatan suci disana.
Fren 18 ; tapi benrean lo..ini lagi penjajakan…trus…
Arbi ; fren, kasi gue kesempatan jelasin donk, klo emang bner, karena 4JJI, patinya ada
ikatan suci disana, n ni biasanya ada sama orang usianya udah dihitung matang usianya.
Tapi fren, yakin dech, klo emang lo cintai dia karena Allah, kayaknya tu doank nggak
cukup…kita tambhain lagi, lo buat juga dia sebagai jalan (jangan diinjak2 ya..) tuk
menambah kecintaan lo ke Allah juga, dan jadikan juga fren, jalan itu sebagai alasan Allah
nurunin rahmatNya ke kalian bedua. (eits, jangan lo jadiin jurus ya fren…!!!)
Yang umur 20 keatas juga, udah bisa mikir lo, pa yang mo kita lakuian ke depan, jangan
mikir dulu dech, maslah siapanya (klo sekedar planning, mnurut ane nggak pa2 sich), tapi
dahuluin dulu ilmunya. Kan lebih baik cepat…eh, slah, lebih baik tepat dari pada cepat.
Hep, sorry ke sobat aq yg lebi tua, nggak mksd ngajari lo, ane juga blum nyempuranain
agama kok, tapi anggap aja ni sekedar curhat dri sobat muda yg lagi…ya,lagi butuh
bimbingan gitu dech.
Klo yg ceweknya, kan bisa dari sekarang siapkan ilmu, cara gimana untuk gimana…, udah
bisa masak blum ? dah siap nerima tugas satu rumah blum ? dah bisa nerima hidup ni pa
ada nya blum ? fren aq yang cewek, nggak usah ngebut dech (ngebet boleh), perniahan
itu kayak gunung yang kita lihat dari lembah, klo ktia lihat dari jauh indah banget, tapi klo
kita mo ke puncak, banya durinya ditengah jalan sana, lain lagi binatang buasnya pa lagi
angin yang semakin tinggi datarannya semakin kencang juga hembusannya.
Yang laki juga, fren…skali lagi ni bukan nsehat, kita masih dalam stu perjuangan, jadi Cuma
saling berbagi (giliran lo kapan?) klo emang hasrat biologis lo nggak kebendung lagi,
bukan nikah solusi satu2nya, ya…ikut aja dechm pa yang dianjurin kekasih gue, muhammad
SAW. (tau kan kenapa aq bilang kekasih gue? Liat virus satu iman). Yup, tepat fren,
jawanya puasa.
Sekali dalam masa perjuangna gini lo mantapin persiapan, tuk menjemput sang bidadari yang
sekarang didalam penantian. Selamat berjuang !
Ada yang bilang masalah ekonomi, ya…benerean sich, kan lebih nyaman klo udah punya tmpat
tinggal sendiri, ya…terpenuhilah. Jadi mulai sekarang belajar deh tuk ngelola keuangan kita,
mulai belajar nggak harus besar fren, kecil2 juga boleh. Sisihin tiap bulan sisishin 10 % dari
uang yang ada dikantong, 20% sisihin untuk tabungan cadangan klo da pa2 (gitu kata
TDW),
Fren 18 ; jadi yang 70% diapakan ?
Arbi ; eh, masih ada lo fren, yang 70 terserah, tapi kan sebaiknya dimanfaatkan ke yang
lainnya. Yang cewek juga,sekarng bisa belajar jadi menager keuangnan. Biar bisa ngatur
keluar masuknya kas n nemuin cara efektif tuk smw-a.
Yang udah sempurna agamnya, bimbing donk kami. yang diatas 20, ajari donk kami. Yang
18 ke ke kiri, sabar donk, ada gantinya ntar… kan LEBIH BAIK CEPAT..EH, KURANG
TEPAT LAGI..LEBIH BAIK TEPAT DARIPADA CEPAT.

Kado tuk sobat gue yg didalam penantian, dari sobat lo yg dalam perjuangan jg
Arbi…arbi…arbi anak B’ Joel

Managed by: alsa_05

No comment »

Ia kusapa bidadari syurga

Sahabatku, pada kesempatan kali ini, izinkan diri ini bercerita mengenai beberapa kisah.
Kisah orang-orang yang telah menguatkan perjuangan kita didalam mengarungi kehidupan ini.
yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga. Memberikan dorongan dan semangat agar terus
maju. Serta melimpahkan kasih dan sayangnya hingga menjadikan dirimu seperti sekarang ini.
Sahabat, siapa mereka ? mereka bukan malaikat, mereka juga buka para nabi, mereka juga
bukan para aulia. Mereka adalah para manusia langit yang memiliki jiwa mulia, jiwa yang
terus berkilau laksana mutiara, jiwa yang terus bersinar laksana cahaya dan jiwa yang terus
memberikan petunjuk bagi diri yang butuh akan bimibingan didalam perjuangan, yang didalam
penuh dengan dilema, problema, bahkan hingga romantika.
Inilah kehidupan kawan, laksana samudera yang haus akan para pemberani yang siap untuk
menyelami dasarnya. Dasar yang penuh dengan permata, Permata keagungan. Sahabat,
selamat menikmati penjelajahan didalam samudera ini, karena amat rugi orang-orang yang
hanya berdiam diri diatas kapal sementara kapal sudah berada ditengah samudera, diayun
kesana kemari oleh gelombang yang kami sebut dengan tantangan kehidupan.
Sahabat, saat ini kami jadikan kita semua sebagai tokoh cerita ini, bukan bermaksud
menghendaki ini menjadi nyata, namun hanya bertujuan agar kisah ini menjadi lebih
bermakan. Selamat menikmati…Selamat berjuang kembali wahai pejuang, selamat datang
kembali wahai para pemberani… disini, aku telah lama menantimu, menanti untuk bersama
mengayunkan langkah, menyatukan derap, bertakbir bersama dengan llantunan Allahu Akbar…
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
SIAPA MEREKA ? mutiara 1
-ia kusapa bidadari syurga-
Hari begitu terik, namun amanah menuntut untuk dilaksanakan. Meski sedikit agak rewel,
setidaknya semua tugas-tugas telah terselesaikan. Ya… inilah dunia perkuliahan. Yang
katanya sebagai penentu dari masa depan. Dunia yang menjadi wahana belajar yang
sesungguhnya bagi para anak manusia menurut para pakar. Namun tidak sedikit pula yang
menjadikan dunia ini hanya sebagai sarang. Terlalu hina rasanya jika menjadikannya hanya
sebagai sarang, ya… sarang sebagai pelarian dari tekanan.
Tentu aku juga demikian, tergantung mood kata anak zaman sekarang, jika tiupan kebaikan
lebih kencang, bisa jadi, aku menjadi mahasiswa. mahasiswa yang hingga saat ini aku belum
tahu keberadaannya, apakah mahasiswa itu benar-benar ada. Namun sebaliknya jika topan
keburukan menerpaku, jangan harap aku bertindak seperti malaikat, bahkan jiwa manusiaku
pun sering kali menghilang dari diriku.
Namun ada yang menjadi motivasiku, seorang wanita… ya… ia sebaya denganku, dengan
wajahnya yang ayu, ditambah lagi dengan tubuhnya yang molek. Sudahlah… aku tidak akan
meneruskan karena aku yakin setiap orang yang mendengar ceritaku, semuanya akan mulai
berimajinasi tentang sosok yang aku ceritakan. Setiap hari aku dihiburnya, dengan semangat
yang biasa-biasa saja. namun aku menjadikannya luar biasa karena ia yang
menyampaikannnya. Di kampus, aku merasa tenang ketika memandangnya. terkadang aku
cemburu ketika melihatnya berduaan dengan teman satu kelasnya.
Memang semua orang menganggapnya sebagai mutiara, bagiku juga pada mulanya. Namun
semua ini sudah berlalu. Ketika suatu hari kami bertemu. Benar apa kata para orang
terdahulu, begitu banyak teman, namun begitu sulit mencari teman untuk menangis.
Ya…menangis, menuangkan semua perasaan yang sering terganjal dihati ini.
Hari itu, ketika aku benar-benar melihat isi hatinya sepolos-polosnya. Ketika pertentangan
dan pertikaian terus menghujani kami berdua, seperti pasangan suami istri yang sedang
bertengkar, rasanya langit itu mengeluarkan guntur yang menggelegar, dan rasanya dunia ini
seperti dinanti oleh api yang siap untuk membakar.
Inti pertikaian kami amatlah kecil, hanya karena seorang teman yang mulai mendekatinya,
dan yang mengherankan bagiku, ia pun mau berjalan berdua dengannya. Dipertikaian itu,
bukan hanya masalah itu yang semakin menjadi namun ia juga mengeluhkan semua
kebosanannya kepadaku dan menghinaku hanya karena aku tidak memiliki kendaraan roda
dua.
Hina rasanya, kenapa wanita ini hanya melihat kepada materi saja ? bukankah dulu ia yang
pertama kali memancing aku untuk dekat dengannya sesudah perlombaan debat bahasa
inggris yang aku menangkan ? namun kenapa saat ini ia berubah ?
Kami pun “putus”. Hatiku tiada pernah merasa tenang, entah kenapa perasaan ini juga
selalu gundah. Apa karena aku memang mencintainya atau karena api kemarahanku yang
belum juga reda? Teringat akan diriku kini seperti jiwa seorang Majnun yang terus menanti
cintanya Laila, seperti hati seorang romeo yang menanti balasan cinta dari seorang juliet.
Yah… aku terus menyelami samudera kekuranganku agar ia mau kembali melayarkan
kapalnya di atas lautan cintaku ini. Ya… aku teringat yang ia katakan kemarin, bahwa aku
tidak memiliki kendaraan. Ah, itu masalah gampang bagiku, meski aku berasal dari keluarga
menengah, setidaknya orang tuaku mampu membelikannya untukku meski dengan jalan kredit.
Timbul didalam pikiranku untuk menghubungi ibuku, langsung kuambil telepon genggam
keluaran terbaru milikku yang baru saja kubeli minggu lalu karena desakan dari “Julietku”.
Meski harus kukorbankan uang tabungan yang hanya sedikit. Bagiku, apalah artinya uang
dibanding dengan senyumannya yang selalu mengingatkanku.
Kukirim pesan singkat dengan nada ancaman kepada ibuku. Aku mengancam karena aku
tahu, orang tuaku akan sangat takut jika aku mengorbankan kuliahku. Mereka akan memenuhi
semua keinginanku asal tercapainya gelar sarjanaku nanti yang hanya tinggal satu bulan lagi.
pesan itu kukirim dengan perasaan melepaskan semua kegalauanku saat ini.
Selang beberapa menit, kuterima balasan pesan dari seorang ibu. Ya, mungkin sudah naluri
seorang ibu terhadap anaknya. Pesan itu dikirim dengan kata yang penuh dengan kelembutan
dan kasih sayang. “iya… akan kami usahakan asal kamu bisa wisuda bulan ini”
Aku merasa senang, karena sesaat lagi, wanita pujaanku akan kembali didekapanku, sesaat
lagi aku akan melihat senyumannya kembali, aku akan melihat wajahnya yang imut. dan
yang pasti, ia akan menjadi milikku lagi.
Aku mendengar cerita dari adikku saat ini, ia bercerita ketika ibuku menerima pesan
singkatku itu. Kelihatan wajahnya menjadi bingung, ditambah lagi dengan sakit ayah yang
kian hari kian melemahkan tubuhnya. Hingga memaksanya hanya bisa berbaring ditempat
tidur. Ayah tahu apa yang dirasakan ibu, dan akhirnya ibu menceritakan kepada ayah
mengenai permintaanku. Ayah mngeluarkan uang simpanan didalam lemari dan ibupun
melepaskan cincin dari jari hanya untuk memenuhi permintaanku tadi.
Aku menyesal… aku menyesal dengan semua ulahku, karena ayah tidak mampu bepergian
jauh, terpaksa ibu yang pergi kekota untuk menjual emas ke kota. Adik diamanahkan untuk
menjaga ayah. Namun perasan adik begitu gelisah ketika melihat ibu pergi. Entah karena
harus menjaga ayah yang tidak mungkin hanya seorang anak kecil yang merawatnya atau
karena ibu yang kelihatan bingung ketika keluar dari pintu.
Hari mulai sore, namun ibu belum juga kembali…, sesekali adik melihat keluar pintu
sementara ayah hanya bisa menanti. Akhirnya kesabaran adik untuk menanti pun hilang. Dan
ayah memerintahkan agar adik menyusul ibu ke kota. Adik memohon izin kepada ayah.
Setibanya adik di kota, dilihatnya begitu ramai orang-orang berkerumun dijalan. Entah apa
yang terjadi. Namun entah siapa yang memaksa adik untuk mendekati kerumunan tersebut.
Kakinya terus melangkah mendekati kerumunan itu. Karena tubuhnya yang kecil, ia merasa
susah untuk mendekati kerumunan tersebut. Di sepanjang langkah-langkah kecilnya untuk
mendekati kerumunan tersebut ia mendengar percakapan dua orang tua mengenai masalah
“uang yang masih didalam pelukannya”. Apa maksud dari percakapan kedua orang itu ?
tapi sudahlah, adik tak ambil pusing, ia terus berusaha untuk masuk didalam kerumunan
tersebut.
Akhirnya ia dapat menembus kerumunan tersebut, ditengah-tengah kerumunan tersebut ia
melihat seorang wanita tua yang mengenakan baju kurung bercorak dengan jilbab berwarna
putih. Bukan, bukan putih melainkan bercampur merah dan putih. Terlihat wanita itu
tergeletak begitu saja, dengan darah yang keluar dan hampir mengering dari hidung dan
mulutnya. Pakaian yang sedikit robek, bekas terseret dijalanan kota, tampak wanita tua itu
memeluk tas miliknya yang berwarna cokelat terang yang berisi uang.
Adik tak bisa bicara, ia ingin teriak, ia ingin minta tolong kepada orang-orang disekelilingnya.
Ia ingin mengatakan kalau wanita tua itu adalah ibunya. Ya…ibu kami, ibu yang pergi ke
kota untuk mengirimkan uang hasil dari menjual emasnya hanya untuk memenuhi permintaan
anaknya.
Iinilah penyesalanku, penyesalan yang tiada pernah hadir diawal takdir. Tapi apalah guna aku
menyalahkan diriku, kini semuanya telah berjalan, wanita yang aku anggap sebagai bidadariku
pun kini telah menikah dengan lelaki lain. Sementara bidadari syurga yang dulu aku anggap
sebagai mesin perahanku kini telah pergi dan takkan pernah kembali lagi.
Esok, wisudaku berlangsung. Ayah tak bisa hadir karena sakitnya yang terus bertambah
parah, hanya adikku yang bisa hadir ditemani oleh bibi, adik dari ibuku. Sewaktu protokoler
mengumumkan namaku, ingin rasanya aku tersenyum dihadapan ibuku seandainya ia ada
disini, karena yang ia cita-citakan kini telah tercapai. Diphoto wisudaku aku kelihatan gagah,
dikanan dan kiriku berdiri bibi dan adikku. Seandainya ibuku ada disini, pasti photo ini akan
menjadi photo terindah yang pernah ada. Aku tak bisa menggambarkan bagaimana
bahagianya bidadari itu ketika melihat buah hatinya ini menjadi apa yang ia cita-citakan.
Aku yakin… dan aku merasakan, ia juga kini sedang tersenyum dan berada disampingku, kini
dan hingga aku datang menyusulnya ke tempat yang sekarang menjadi tempat
peristirahatannya. Dan aku juga sudah mengetahui arti hidup dipenghujung penyesalanku
ini…siapa bidadari syurga yang sesungguhnya… ya… aku dan adikku memanggilnya IBU.

Dalam rasa haruku dan lantunan rindu akan dirimu ibu,
Arbi…arbi…arbi anak b’ Joel
Sahabatku, bersabar sesaat akan lebih baik rasanya dari pada harus meneruskna tulisan ini
karena diri ini juga harus merenungi kealphaan diri terhadap sosok mulia, bidadari syurga…
ibundaku tercinta, Ainal Mardhiah.

Managed by:alsa_05

No comment »

Merit yuk….

Klo nggak baca buku, bisa bikin bodoh
Klo udah ketemu, siapa tau jodoh……………. Amin

Rabu, 03 Januari 2007 12:39:17 13

SEJATI (SEJAlan dan saling mengerTI)
>>> bukan khalwat tapi nggak jamin nggak bikin jerawat (klo dipikirin trus)

Sub title : Blessssttttt.!!! Hadi ketemu Cinta

Wah… siapa yang nggak senang coba ? kayak dapat durian runtuh gitu, meski sakit tapi nggak peduli dech. Karena yang terpikir tu cuma kenikmatan waktu makannya nanti. Emang bener apa yang diajarin sama guru prinsip aku. Klo dah lama nggak ketemu, pas ketemu pasti bikin…. (nggak bias diungkapin lagi lewat kalimat-kalimat –kalo pake “kata-kata” itu klise-)
Hehehehe… itu mungkin yang terbersit di hati Hadi. Sosok remaja (remaja ? siap bilang?) yang lagi
liburan tahun baru dan Idul Adha plus natalan yang di rapel. Awalnya sih yang bikin serunya, kok
waktu-waktu tekejut gini hadir dengan kondisi yang sama. Yoi sobat, kata Hadi, dia ketemu sama Cinta
di Perpustakaan. Dulu juga pernah ketemu katanya, itu di toko buku. Wah, intinya semua berbau
buku…buku dan buku…
Liburan gini emang paling enak ngisi waktu dengan hobby. Si Hadi yang sekarang lagi nunggu kiriman
dari Jakarta. Hmmmm, bukan uang tapi barang yang mau dijadikan sebagai pengembangan dari
hobbinya. Yup, berkarya plus menghasilkan. Alasannya sih untuk belajar ngumpulin kegagalan (lho,
kok ngoleksi sih ?) biar kegagalan tuh bosen datang waktu udah berumur nanti katanya.
Selain itu, entah karena pingin baca buku atau emang hobby yang kedua (yang ketiga apaan ya?).
Akhirnya perjalanan pun ditempuh dengan kenderaan yang sekarang udah abiz tahun surat-suratnya
(bisa-bisa ditilang nih, doain nggak ya!). Ya tanpa sengaja pingin baca buku-buku yang berbau agama.
Padahal nih, si Hadi nggak terlalu senang sama buku yang beraliran seperti ini. alasannya karena terlalu
monoton (ayo donk, buat buku agama yang agak ringan dikit!) tapi kali ni nggak apa-apa dech, dalam
hati Hadi ngomong. Katanya untuk merealisasikan resolusinya di tahun 2007. mo tau ?
“rabbana hablana min azwajna wazurriyyatina qurrata a’yun, waj ‘alna lil muttaqina imamaa” itu dia
resolusi untuk taun ni. Pingin punya pasangan masa depan dan…. (hehehehe….kejauhan nggak ya ?)
keturunan yang bisa nyenangin hati, nyejukin mata plus yang membawa kepada ridha sampe
balasannya syurga dan menjadi pemimpin di kalangan orang-orang yang dekat dengan Tuhan.
Ok deh, aku nggak akan ngembangin arti dari resolusi Hadi. Tapi ni pengalaman dia waktu di
perpustakaan waktu itu. Nyok kita menuju ke TKP, kita akan melakukan rekonstruksi kejadian (gitu ya
?)

Rabu, 3 januari 2007 jam 10 entah lewat atawa kurang, perpustakaan.
09-10 WNAD : Setelah membaca beberapa lembar dari buku tentang keutamaan Basmalah, ponsel Hadi
berdering. Ternyata dari temannya yang di Jakarta. Kata temannya sih barangnya udah
nyampe ke Banda. Buku pun ditutup, dan diakhiri dengan peminjaman buku “LOVING
YOU, Merit Yuk?” Dan satu buku lainnya
10 - 10+ WNAD:Ditempat peminjaman. Disamping Hadi berdiri seorang wanita (hmmm. Cocoknya di
bilang Gadis dech). Lagi mencet-mencet keypad handponenya. Kayaknya sih
ngembaliin buku. dan Hadi berdiri disampingnya.
10+ - 10++WNAD:Selang beberapa detik, Blesssttt dech! (kayak film2 gitu). Ternyata yang disampingnya
itu Cinta (soundtrack bahagianya donk!)
10++ - 10++ WNAD: Yup… yang terjadi selanjutnya tu…
10++ - 10++ WNAD: Yang terjadi selanjutnya…
Woiiiii!!!! Udah donk! Jangan pake waktu kejadian lagi! ni giliran ceritanya. Cinta juga kayaknya nggak
nyangka bakal jumpa Hadi disana. Si gadis yang juga mantan adik kelas Hadi waktu es em a yang
negur pertama kali. Hadi kayaknya kelihatan bingung. Seakan-akan ini mimpi. Bertemu dengan
bidadari… yang sekarang turun ke bumi (gombaaaaall!!!! Udah dech, yang serius dikit, Okey ?)
Dasar Hadi, kayaknya GR ni. Tapi nggak apa-apa kok. Bagus juga dari pada putus tali malunya kan bisa
hancur tuh satu pustaka. Tapi Hadi tetap berusaha jadikan moment ini berkesan bagi dirinya. satu
pertanyaan yang sering ditanya sama kebanyakan orang klo ketemu, “nggak kuliah?” (waduuh,
kepalanya langsung nunduk). Ya Cinta juga kayaknya belum bisa nerima kondisi ini (emang kenapa ?).
akhirnya cuma terjadi pertemuan singkat.
Hadi berangkat untuk jemput kiriman di gudang stasiun. Dan ternyata, Hadi teringat sesuatu. Dia telah
membuat satu kesalahan didalam komunikasi. Dia lupa pamitan waktu ketemu Cinta. Tanpa pikir
panjang, Hadi mengambil sesuatu dari dekat pinggangnya (tenang , Hadi bukan polisi). Dooor!!! Ambil
ancang-ancang untuk ngetik pesan singkat alias sms untuk pamitan (hahahahha…). Ya walau kelihatan
konyol, tapi sepertinya ini udah jadi komitmen Hadi untuk berkomunikasi dengan baik sama siapapun.

Emangnya siapa sih si Cinta ? Naaaaah, akhirnya pertanyaan ini keluar juga. Cinta bagi Hadi tu “siapa2”.
Bukan “bukan siapa2” (jangan bingung dulu donk!). Dulu, Hadi itu terhitung pria yang cepat banget
kena virus “suka monyet” ke lawan jenis. Namun akhirnya, setelah melalui proses yang
panjaaaaaaaaaaaaaaaaaang. Seseorang datang. Yup, Cinta ni. Dia memang nggak ngajari langsung, tapi
entah Hadi yang kayaknya bisa ngeliat plus ngambil pelajaran dari tingkah laku alias akhlaknya Cinta.
Eh, Hadi jadi berubah dech… (kok simple amat? Nggak seru tau!). gitu ceritanya….Ya memang klo siapa
aja lihat Cinta, akan merasakan pancaran pesona akhlak yang begitu baik (aku nggak bilang mulia lo,
karena tiap manusia pasti ada kurangnya).
Diperjalan pulang ngambil kiriman yang berisi “angin” karena kirimannya tak kunjung datang. Hadi
latihan bicara (speech therapy ini sering dilakuin sama Hadi atas usulan Arbi, hehehehe…). Kata Hadi gini,
klo kita pake helm, apa lagi tengah jalan. kita kan bisa bebas. Mo terik, mo muji diri sendiri, atau mo
melampiaskan apa aja (selama nggak ngerugiin diri sendiri dan orang lain dan wilayah sekitarnya,
memang azan maghrib?). Pastinya aman. Hanya pribadi dan Tuhan yang tau. So, Hadi udah sering banget
latihan bicara disituasi yang kayak gini.alasannya sih untuk melatih mental dan visualisasi keadaan biar
pe de waktu dibutuhkan nanti. Ini aku bocorin dikit ya dari apa yang diceritakan Hadi sama
aku….(hihihihi…nggak apa-apa kok, dia juga ngizinin)
“Ya, setidaknya setiap diri harus ikhlas terhadap apa yang terjadi padanya. Mungkin seseorang yang kita
cintai bukanlah jodoh kita (kali ni ngomong cinta, karena tadi ketemu Cinta). Maka kita harus bisa
menerimanya. Memang pahit, tapi setiap yang pahit adalah obat bagi si sakit. Memang begitu sulit, tapi
bukankah dengan kesulitan hal yang mudah menjadi lebih ringan ? Bisa jadi Cinta bukanlah teman
dimasa depanku. Tapi aku bersyukur, setidaknya Cinta telah mengajarkanku tentang cinta yang SEJATI (SEJAlan dan saling mengerTI).”
Hehehehhe….masih banyak yang belum diceritakan, tapi ya….kata Hadi, dia mo baca buku yang dia
pinjam dulu ya…. anggap aja ni cerita dari teman baru kita, Hadi. LOVING YOU Merit Yuk?

Cerita dari Hadi
Arbi… arbi… arbi anak B’ Joel
managed by:alsa_05

No comment »

YEARnew…

YEARnew
>>> are you ready for happy ?

Preeeeet…..preeeet…..preeeeeeeeeeeeeeet… ciu…..ciu….ciu…. boom..!!! boom…!!!

Asw,

Siapa yang nggak kenal dengan suara itu. Bukan dengar, waktu baca aja keliatan klo itu sign dari terompet plus mercon. Tentunya donk, ini ada dan semarak di taun baru. Nggak Cuma di daerah aku, daerah kamu, kota, negara bahkan dunia semarak banget ngerayaainnya.
Di dunia yang begitu nge-idol-in si awal tahun ini. Sengaja nyediain dana untuk merayakan dengan berbagai acara. Mulai dari yang pake tenaga manusia sampe yang pake mesin, mulai dari tiupan trompet sampe countdown pake super teknologi. Pokoknya rame….

Tiga…dua….satu…..

Inilah tahun baru. Tahun yang pada awalnya begitu mempesona. Kadang dihiasi dengan bahagia namun tidak sedikit yang merangkai duka lewat musibah dan bencana. Bukan karena kehendak tapi semua karena ulah jahil manusia. Tahun ini nih yang bikin laris para peramal yang katanya bisa baca masa depan siapa aja. Kemarin di teve, semua artis diramal, yang bikin heran kok bisa2nya dia mikirin nasib orang lain. Nasib sendiri udah bisa diterawang blum ya ? hahahahaha….

Diawal tahun ni juga banyak orang yang menyusun resolusi (hehehehe… klo nggak salah taon kemarin namanya program2 ke depan). Ya apa pun namanya, tapi asal jangan multiple dream yang hanya disertai single action. Yang lebih baik itu kan smart dream plus great action.

Ini tahun baru sobat. Bukan ramalan konyol yang kita cari, tapi bagaimana usaha kita untuk terus memperbaiki diri. Maunya nih, klo situasi udah kayak gini, diri ini jangan ngikut tapi harus memperbaiki. Klo nggak bisa, coba dulu yang penting usaha. Yang penting sekarang ni gimana cara kita biar punya minimal satu karya yang bisa ngukir nama kita dengan tinta emas di diary 2007 ini. tahun yang kita kenal baru hadir setelah kepergian pendahulunya. Satu pertanyaan, nama ente ada kagak tercantum ditahun 2006 ?

Heip, heip, bukan berarti tahun baru kita kembali seperti bayi. Yang perlu kita ketahui itu klo umur kita trus berjalan. Tiap detik pergerakan arah jarum jam, artinya jatah idup kita terus dibatasi. So, jangan seperti ungkapan klise “tua-tua keladi…makin tua makin…(nah, silahkan diteruskan!). jadikan setiap langkah ini sebagai upaya untuk mengasah kembali mental untuk menuju pencapaian jati diri.

Terus berkarya, belajar dari kegagalan. Tapi jangan gagal didalam perencanaan. Berjuanglah untuk mencari jalan keluar dari satu masalah. Tapi jangan keluar jalan untuk lari dari masalah.

Disini, ditahun ini. Setiap mata sekarang sedang memandangmu. Ya kamu…! Kamu yang sedang baca ini. Tak tau berapa usiamu. Entah diatas dua puluh atau dua puluh ke kiri. Mereka menanti hasil dari perjuanganmu. Entah itu baik atau buruk, yang jelas hasil dari dirimu. Sekarang, mungkin kamu mengeluh. Yup, kami terima. Artinya, keluhan adalah hasil darimu. Tapi jika kamu cuma bisa tersenyum. Kami pasti lebih bergembira. Setidaknya lebih baik dari keluhanmu. So, jadikan tahun ni sebagai tahun senyum bukan mengeluh. Smile!

Iringi senyumanmu dengan salam dan silaturahim dengan kerabatmu. Nggak ada salahnya juga untuk kenalan bersama orang2 yang baru. Siapa tau… dengan pertemuan ini, langkah kita semakin mantap, perjuangan kita pun bertambah ringan.

Isi waktu dengan yang lebih berarti bagi dirimu untuk pencapaian citamu. Lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Lebih banyak memberi dari pada menerima. Dan lebih baik dari yang kemarin.

Sekarang waktu udah berlari (udah terasakan kok cepat amat jalannya ? itu artinya lari). Masak sih kamu masih jalan santai. Kejar donk! Waktu yang pergi takkan kembali. Walau kamu ganti dengan apapun, ia takkan balik lagi. So, untuk kali ni. Saatnya berlari dan mengejar mimpi (kayak lagu SO7 aja.hehehehe… OK juga tuk jadiin OST 2007)

Selamat bertempur! Gempur musuh kemalasan! Taklukkan pikiran negatif! Menangkan dengan semangat optimis! (lompaaaaaaaaaaat!!! Cepat lompat plus teriak AKU BISA)

AKU BISAAAAAAA!!!
Arbi… arbi… arbi anak B’ Joel

managed by:alsa_05

No comment »

BIG – BANG – BOOM!

                           BIG – BANG – BOOM! (Dahsyat)
                          >>> Arbi anak B’ Joel

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perjuangan untuk bertahan didalam hidup ini semakin berat. Persaingan disemua bidang tidak terkecuali disisi manapun semakin sengit. Tiada pilihian yang paling tepat kecuali untuk maju (menyerang), karena langkah tersebut adalah cara bertahan yang paling baik. Didalam satu anggapan, maju adalah langkah terbaik, tapi terasa sia-sia rasanya jika tanpa dilengkapi dengan senjata mutakhir guna dapat mengalahkan lawan atau pesaing yang siap menghadang kita diperbatasan tujuan kita. Mereka bukan hanya satu, sepuluh, seratus, meraka banyak tak terhitung jumlahnya. Sekarang tergantung pada diri kita selaku pejuang
bagaimana strategi kita untuk mengalahkan jutaan lawan kita tersebut.
Bayangkan jita satu orang menghadapai seribu lawan hanya dengan bersenjatakan
bambu apakah ia mampu ? meski dengan seratus peluru senjata mesin apakah ia mampu untuk menaklukkan seribu lawan ? kemungkinan untuk berhasil sangat kecil.
Sahabat,ternyata senjata itu perlu kembali kita perbaharui, mungkin senjata yang
dulunya dianggap terbaru tidak akan mampu untuk menjatuhkan lawan untuk masa saat ini.

Karena mereka juga akan terus maju dan semakin kuta. sementara kita hanya berbangga diri tanpa pernah melihat keluar melalui jendela dunia sejauh mana perkembangan zaman ini. Sahabat, ternyata senjata tersebut adalah ilmu, ilmu bukanlah sesuatu yang sifatnya statis. Ia bersifat dinamis, terus bergerak, laksana bola salju, jika digelindingkan maka ia akan semakin membesar. Perputaran zaman yang sangat cepat tidak akan bisa diimbangi oleh siapa pun kecuali orang yang memiliki ilmu yang cukup. Artinya, hanya orang berilmu yang bisa menguasai putaran tersebut. Orang berilmu tidak akan pernah takut apalagi mundur untuk menuju garis perbatasan perang dengan lawan. Karena ia memiliki strategi didalam berperang. Ia bukan hanya bertahan tapi berusaha untuk menanamkan pahamnya kepada para lawan, ia juga menggunakan taktik gerilya, bukan senjata yang menjadi segalanya dalam berperang, tapi segalanya butuh senjata dalam berperang.
Tak peduli apakah senjata itu yang sifatnya fisik atau yang imajinatif. Orang yang
berilmu terus menuntut dan mencari ilmu, tidak akan pernah puas dengan apa yang ada sekarang ini. Ia akan membawa masa depan kepada hari ini. Inilah tekad dari orang-orang yang berilmu. Ilmu itu akan selalu menjaganya, bukan seperti harta yang akan selalu menuntut kita untuk menjaganya.
Jika untuk masa lalu, senjata hanya bambu, kenapa untuk saat ini kita tidak
menggunakan senjata secanggih senjata mesin. Jika tidak sanggup untuk bertahan (maju), kenapa kita tidak menggunakan senjata sedahsyat senjata pemusnah ?
Mungkin ini terlihat ekstrim, tapi perlu sahabat ketahui ini hanya taktik bertahan
(maju) dalam persaingan hidup ini. Gunakan ilmu dan kerahkan potensi sedahsyat senjata pemusnah. Karena untuk saat ini bukan siapa yang giat akan mendapat segalanya. Hal itu tidaklah cukup, tetapi sifat giat tersebut harus dibarengi dengan kecerdasan yang telah tertanam didalam pribadi setiap individu.

Selamat berbahagia kepada orang yang berilmu, kepada orang – orang yang bisa
membawa masa depan kepada hari ini.mereka adalah para pemimpin yang dahsyat. Medan juang juga yang semakin luas, bukan hanya tenaga yang ekstra yang harus kita kerahkan, strategi juga sangat berperan dalam perjuangan ini. Berbeda dengan taktik, hal tersebut hanyalah sebuah pelaksanaan.sementara strategi adalah dasar dari taktik dan action. Godaan dan derita mungkin akan semakin sering kehadirannya. Semakin tinggi ilmu maka kedua hal tersebut akan semakin sering dialaminya, dua hal tersebut bukanlah sesuatu yang memabawa kepada celaka melainkan sebuah cobaan. Bukankah semakin tinggi pohon, angin juga akan semakin kencang hembusannya diatas sana ?

Sahabat yakinlah akan janji Sang Khaliq, siapa yang mengikuti jalannya akan selamat, dan yang menyimpang darinya barang sedikit saja (bukan diragukan) maka ridha dan kasihnya akan
semakin jauh darinya. Pertempuran ini belum berakhir, tetapi baru dimulai. Inilah perang dahsyat, perang melawan musuh yang begitu nyata. Nyata tapi tak tak tampak. Sama seperti seorang petinju yang bertarung dengan lawannya sesama petinju namun dengan mata tertutup. Ia tidak dapat melihat dimana musuhnya saat ini.dari sana dibutuhkan satu pemandu agar semua tinju dapat mengenai sasaran. Ya, cukuplah Allah sebagai Penuntun. Setan tidak akan pernah lalai untuk menyerang dari segala sisi. Sahabat, ingatah! Jangan pernah merasa letih didalam berjuang. Jangan pernah mendengar kata apa lagi melakukan istirahat kecuali hanya untuk mengatur strategi agar kemenangan semakin cepat diraih. Ingatlah ! ketika kita istirahat, musuh-musuh kita pada saat itu tidak pernah berhenti dan merasa letih untuk terus menjatuhkanmu meski hanya sekedip mata. Kembalilah! Kembali ke medan juang. Disana para pejuang yang lain menanti, menanti
komando dari dirimu. Jangan pernah sia-siakan mereka. Mereka memiliki niat yang tulus dalam berjuang. Bergabunglah! Bergabunglah dengan mereka.

Sahabat, perbaharui lagi senjatamu! Gunakan kembali baju zirahmu! Angkat bendera dan panji kemenangan yang diamanahkan Tuhanmu! Tiada pilihan kecuali kemenangan atau pergi dengan keagungan. Sejuta teriakan semangat berada dibelakangmu, engkau adalah pemimpin pasukan itu. Ya, pasukan yang mencita-citakan mati dalam kemuliaan untuk mencapai Allah dan janjinya dengan sayap keagungan. Engkau harus lebih bersemangat dibanding mereka. Kedahsyatanmu yang menjadikan dirimu sebagai pemimpin. Bawalah! Bawalah amanah ini dan tunaikan ikhtiar dengan sempurna! Biarlah Allah yang menentukan nasib dirimu dan sejuta pasukanmu. Menang dalam kemuliaan atau pergi dengan keagungan untuk selamanya…ya selamanya. Dahsyatnya tangisanmu, adalah tanda kemenanganmu yang semakin dekat. Bukan sifatmu yang mudah menyerah melainkan kepasrahanmu terhadap Allah yang Maha Penentu. Teruslah mengangis karenaNya wahai sahabat.terus! ini adalah rahmat bagi dirimu. Banyak manusia yang terkadang lupa bahkan sulit untuk menangis dan mengadu kepada Tuhannya. Padahal tangisan itu adalah bukti bahwa Allah lah yang memiliki rencana yang tiada pernah
terkalahkan. Rencanamu, rencanaku, rencana kita semua tiada akan pernah terjalankan kecuali dengan rencana Allah.
Sahabat, rencana dahsyat (rencana Allah) tersebut sungguh rahasia dan terkadang tidak rasional, ingatkah engkau akan generasi terdahulu yang menang daam perjuangannya. Padahal pada saat itu secara logika, kemenangan bahkan tidak pernah menoleh kepada mereka. Tapi inilah janji Tuhan, siapa yang berada dijalanNya akan selamat.

Sahabatku, kobarkan kembali semangat juangmu! Kobarkan juga semangat para
pasukanmu! Jangan pernah menitah sebelum engkau sendiri yang melakukannya! Jangan pernah mundur walau hanya sejengkal. Maju kedepan adalah takdirmu. Bakar dan putuskan jalan yang pernah engkau lalui agar dirimu tidak pernah merengek-rengek untuk kembali seperti seorang pengecut yang tidak akan pernah siap untuk berjuang. Sekali lagi sahabat, hanya dua pilihan, kemenangan yang mulia atau pergi dengan keagungan untuk selamanya. Sahabat, perjalananmu semakin jauh, musuh-musuhmu juga dari waktu ke waktu semakin tangguh. Asah lagi senjatamu sahabat! Jangan pernah merasa imbang dari musuhmu, itu adalah rugi. apalagi berada dibelakang lawanmu, itu celaka! Sahabat harus jauh didepan
musuh. Meski itu satu mil, satu meter, atau selakangkah atau hanya sejengkal.Tunggu ia disana, kalahkan!
Pertarungan dahsyat ini, semakin berkobar, tiada lagi kita mengenal kata mundur. Ini adalah takdir. Jangan pernah takut sahabat. Sebenarnya dari dahulu musuh kita sudah kecil nyalinya ketika mendengar namamu. Ia takut berhadapan denganmu. Dari itu ia melakukan strategi yang sifatnya non fisik. Pandanganmu, Pkiranmu, hatimu, adalah sasaran yang bisa ditaklukkannya. Sekali lagi sahabat jangan pernah lalai. Melangkahlah dengan tuhanmu, berbicaralah dengan lisan bersama tuhanmu! Bertakbirlah untuk mengagungkan tuhanmu! Dan berjuanglah atas nama Tuhanmu! Yakin! Musuhmu akan tunduk padamu dan kemenangan dengan kemuliaan akan mendekat padamu. Selamat wahai sahabat atas kedahsyatanmu, selamat!

managed by: alsa_05

No comment »

Siapa dia…..???

Sahabatku, pada kesempatan kali ini, izinkan diri ini bercerita mengenai beberapa kisah. Kisah orang-orang yang telah menguatkan perjuangan kita didalam mengarungi kehidupan ini, yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga. Memberikan dorongan dan semangat agar terus maju. Serta melimpahkan kasih dan sayangnya hingga menjadikan dirimu seperti sekarang ini.
Sahabat, siapa mereka ? mereka bukan malaikat, mereka juga buka para nabi, mereka juga bukan para aulia. Mereka adalah para manusia langit yang memiliki jiwa mulia, jiwa yang terus berkilau laksana mutiara, jiwa yang terus bersinar laksana cahaya dan jiwa yang terus memberikan petunjuk bagi diri yang butuh akan bimibingan didalam perjuangan, yang didalam penuh dengan dilema, problema, bahkan hingga romantika.Inilah kehidupan kawan, laksana samudera yang haus akan para pemberani yang siap untuk menyelami dasarnya. Dasar yang penuh dengan permata, Permata keagungan. Sahabat, selamat menikmati penjelajahan didalam samudera ini, karena amat rugi orang-orang yang hanya berdiam diri diatas kapal sementara kapal sudah berada ditengah samudera, diayun
kesana kemari oleh gelombang yang kami sebut dengan tantangan kehidupan.
Sahabat, saat ini kami jadikan kita semua sebagai tokoh cerita ini, bukan bermaksud
menghendaki ini menjadi nyata, namun hanya bertujuan agar kisah ini menjadi lebih
bermakan. Selamat menikmati…Selamat berjuang kembali wahai pejuang, selamat datang
kembali wahai para pemberani… disini, aku telah lama menantimu, menanti untuk bersama
mengayunkan langkah, menyatukan derap, bertakbir bersama dengan llantunan Allahu Akbar…
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
                    SIAPA MEREKA ?
              -ia kusapa bidadari syurga-

Hari begitu terik, namun amanah menuntut untuk dilaksanakan. Meski sedikit agak rewel,
setidaknya semua tugas-tugas telah terselesaikan. Ya… inilah dunia perkuliahan. Yang
katanya sebagai penentu dari masa depan. Dunia yang menjadi wahana belajar yang
sesungguhnya bagi para anak manusia menurut para pakar. Namun tidak sedikit pula yang menjadikan dunia ini hanya sebagai sarang. Terlalu hina rasanya jika menjadikannya hanya sebagai sarang, ya… sarang sebagai pelarian dari tekanan.
Tentu aku juga demikian, tergantung mood kata anak zaman sekarang, jika tiupan kebaikan lebih kencang, bisa jadi, aku menjadi mahasiswa. mahasiswa yang hingga saat ini aku belum tahu keberadaannya, apakah mahasiswa itu benar-benar ada. Namun sebaliknya jika topan keburukan menerpaku, jangan harap aku bertindak seperti malaikat, bahkan jiwa manusiaku pun sering kali menghilang dari diriku.
Namun ada yang menjadi motivasiku, seorang wanita… ya… ia sebaya denganku, dengan wajahnya yang ayu, ditambah lagi dengan tubuhnya yang molek. Sudahlah… aku tidak akan meneruskan karena aku yakin setiap orang yang mendengar ceritaku, semuanya akan mulai berimajinasi tentang sosok yang aku ceritakan. Setiap hari aku dihiburnya, dengan semangat yang biasa-biasa saja. namun aku menjadikannya luar biasa karena ia yang menyampaikannnya. Di kampus, aku merasa tenang ketika memandangnya. terkadang aku cemburu ketika melihatnya berduaan dengan teman satu kelasnya. Memang semua orang menganggapnya sebagai mutiara, bagiku juga pada mulanya. Namun semua ini sudah berlalu. Ketika suatu hari kami bertemu. Benar apa kata para orang terdahulu, begitu banyak teman, namun begitu sulit mencari teman untuk menangis.
Ya…menangis, menuangkan semua perasaan yang sering terganjal dihati ini.
Hari itu, ketika aku benar-benar melihat isi hatinya sepolos-polosnya. Ketika pertentangan dan pertikaian terus menghujani kami berdua, seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar, rasanya langit itu mengeluarkan guntur yang menggelegar, dan rasanya dunia ini seperti dinanti oleh api yang siap untuk membakar. Inti pertikaian kami amatlah kecil, hanya karena seorang teman yang mulai mendekatinya, dan yang mengherankan bagiku, ia pun mau berjalan berdua dengannya. Dipertikaian itu, bukan hanya masalah itu yang semakin menjadi namun ia juga mengeluhkan semua kebosanannya kepadaku dan menghinaku hanya karena aku tidak memiliki kendaraan roda dua.

Hina rasanya, kenapa wanita ini hanya melihat kepada materi saja ? bukankah dulu ia yang pertama kali memancing aku untuk dekat dengannya sesudah perlombaan debat bahasa inggris yang aku menangkan ? namun kenapa saat ini ia berubah ?
Kami pun “putus”. Hatiku tiada pernah merasa tenang, entah kenapa perasaan ini juga selalu gundah. Apa karena aku memang mencintainya atau karena api kemarahanku yang belum juga reda? Teringat akan diriku kini seperti jiwa seorang Majnun yang terus menanti cintanya Laila, seperti hati seorang romeo yang menanti balasan cinta dari seorang juliet. Yah… aku terus menyelami samudera kekuranganku agar ia mau kembali melayarkan kapalnya di atas lautan cintaku ini. Ya… aku teringat yang ia katakan kemarin, bahwa aku tidak memiliki kendaraan. Ah, itu masalah gampang bagiku, meski aku berasal dari keluarga menengah, setidaknya orang tuaku mampu membelikannya untukku meski dengan jalan kredit.
Timbul didalam pikiranku untuk menghubungi ibuku, langsung kuambil telepon genggam keluaran terbaru milikku yang baru saja kubeli minggu lalu karena desakan dari “Julietku”. Meski harus kukorbankan uang tabungan yang hanya sedikit. Bagiku, apalah artinya uang dibanding dengan senyumannya yang selalu mengingatkanku.
Kukirim pesan singkat dengan nada ancaman kepada ibuku. Aku mengancam karena aku tahu, orang tuaku akan sangat takut jika aku mengorbankan kuliahku. Mereka akan memenuhi semua keinginanku asal tercapainya gelar sarjanaku nanti yang hanya tinggal satu bulan lagi. pesan itu kukirim dengan perasaan melepaskan semua kegalauanku saat ini.
Selang beberapa menit, kuterima balasan pesan dari seorang ibu. Ya, mungkin sudah naluri seorang ibu terhadap anaknya. Pesan itu dikirim dengan kata yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. “iya… akan kami usahakan asal kamu bisa wisuda bulan ini”
Aku merasa senang, karena sesaat lagi, wanita pujaanku akan kembali didekapanku, sesaat lagi aku akan melihat senyumannya kembali, aku akan melihat wajahnya yang imut. dan yang pasti, ia akan menjadi milikku lagi.

Aku mendengar cerita dari adikku saat ini, ia bercerita ketika ibuku menerima pesan singkatku itu. Kelihatan wajahnya menjadi bingung, ditambah lagi dengan sakit ayah yang kian hari kian melemahkan tubuhnya. Hingga memaksanya hanya bisa berbaring ditempat tidur. Ayah tahu apa yang dirasakan ibu, dan akhirnya ibu menceritakan kepada ayah mengenai permintaanku. Ayah mngeluarkan uang simpanan didalam lemari dan ibupun melepaskan cincin dari jari hanya untuk memenuhi permintaanku tadi.

Aku menyesal… aku menyesal dengan semua ulahku, karena ayah tidak mampu bepergian jauh, terpaksa ibu yang pergi kekota untuk menjual emas ke kota. Adik diamanahkan untuk menjaga ayah. Namun perasan adik begitu gelisah ketika melihat ibu pergi. Entah karena harus menjaga ayah yang tidak mungkin hanya seorang anak kecil yang merawatnya atau karena ibu yang kelihatan bingung ketika keluar dari pintu.
Hari mulai sore, namun ibu belum juga kembali…, sesekali adik melihat keluar pintu
sementara ayah hanya bisa menanti. Akhirnya kesabaran adik untuk menanti pun hilang. Dan ayah memerintahkan agar adik menyusul ibu ke kota. Adik memohon izin kepada ayah. Setibanya adik di kota, dilihatnya begitu ramai orang-orang berkerumun dijalan. Entah apa yang terjadi. Namun entah siapa yang memaksa adik untuk mendekati kerumunan tersebut. Kakinya terus melangkah mendekati kerumunan itu. Karena tubuhnya yang kecil, ia merasa susah untuk mendekati kerumunan tersebut. Di sepanjang langkah-langkah kecilnya untuk
mendekati kerumunan tersebut ia mendengar percakapan dua orang tua mengenai masalah “uang yang masih didalam pelukannya”. Apa maksud dari percakapan kedua orang itu ? tapi sudahlah, adik tak ambil pusing, ia terus berusaha untuk masuk didalam kerumunan tersebut.
Akhirnya ia dapat menembus kerumunan tersebut, ditengah-tengah kerumunan tersebut ia melihat seorang wanita tua yang mengenakan baju kurung bercorak dengan jilbab berwarna putih. Bukan, bukan putih melainkan bercampur merah dan putih. Terlihat wanita itu tergeletak begitu saja, dengan darah yang keluar dan hampir mengering dari hidung dan  mulutnya. Pakaian yang sedikit robek, bekas terseret dijalanan kota, tampak wanita tua itu memeluk tas miliknya yang berwarna cokelat terang yang berisi uang.

Adik tak bisa bicara, ia ingin teriak, ia ingin minta tolong kepada orang-orang disekelilingnya.Ia ingin mengatakan kalau wanita tua itu adalah ibunya. Ya…ibu kami, ibu yang pergi ke kota untuk mengirimkan uang hasil dari menjual emasnya hanya untuk memenuhi permintaan anaknya.
Iinilah penyesalanku, penyesalan yang tiada pernah hadir diawal takdir. Tapi apalah guna aku menyalahkan diriku, kini semuanya telah berjalan, wanita yang aku anggap sebagai bidadariku pun kini telah menikah dengan lelaki lain. Sementara bidadari syurga yang dulu aku anggap sebagai mesin perahanku kini telah pergi dan takkan pernah kembali lagi.
Esok, wisudaku berlangsung. Ayah tak bisa hadir karena sakitnya yang terus bertambah parah, hanya adikku yang bisa hadir ditemani oleh bibi, adik dari ibuku. Sewaktu protokoler mengumumkan namaku, ingin rasanya aku tersenyum dihadapan ibuku seandainya ia ada disini, karena yang ia cita-citakan kini telah tercapai. Diphoto wisudaku aku kelihatan gagah, dikanan dan kiriku berdiri bibi dan adikku. Seandainya ibuku ada disini, pasti photo ini akan menjadi photo terindah yang pernah ada. Aku tak bisa menggambarkan bagaimana bahagianya bidadari itu ketika melihat buah hatinya ini menjadi apa yang ia cita-citakan.

Aku yakin… dan aku merasakan, ia juga kini sedang tersenyum dan berada disampingku, kini dan hingga aku datang menyusulnya ke tempat yang sekarang menjadi tempat peristirahatannya. Dan aku juga sudah mengetahui arti hidup dipenghujung penyesalanku ini…siapa bidadari syurga yang sesungguhnya… ya… aku dan adikku memanggilnya IBU.

Dalam rasa haruku dan lantunan rindu akan dirimu ibu,
Arbi…arbi…arbi anak b’ Joel
Sahabatku, bersabar sesaat akan lebih baik rasanya dari pada harus meneruskna tulisan ini
karena diri ini juga harus merenungi kealphaan diri terhadap sosok mulia, bidadari syurga…
ibundaku tercinta, Ainal Mardhiah.

managed by alsa_05

No comment »

The 1st MESSAGE ……..

The 1st MESSAGE
>>> in the name of Allah…The Most Beneficient, The Most Merciful

Kita idup ini nikmat ya ? mulai dari benafas ampe kita ngelakuin apa aja tu nikmat. Ada sebagian dari manusia ini yang kurang mampu, hehehehe….kurang mampu ngolah nikmat yang ada maksudnya. Trus ada yang lebih parah nih sobat. Ada yang jadiin nikmat ini sebagai sarana untuk nyempurnain nafsu syahwatnya, alias ngedurhakai si Pemberi nikmat. Waaah, yang satu ni kurang ajar banget ya.

Yang bikin beruntung nih, yang Ngasi tu nikmat OK banget, Allah. Yup sobat, klo di buku La tahzan karangan Aidh Al Qarni bilang, kapan saja, dimana saja, dan siapa saja (hihihi… kayak iklan minuman aja)  nyebutnya pasti Allah. Wah, wah, wah…. Nggak susah nggak senang, nggak sempit nggak lapang, nggak gundah nggak tenang,  pasti ngucapnya Allah. Allahuakbar.

Yoi sobat, meski sering nyalahgunain  apa yang udah dikasih sama Allah, Dia tetap nggak marah sama kita. Buktinya ada di pesan pertamanya diawal Al-Quran, yup, kalimat basmalah yang begitu indahnya, tetap ngehiasi sifat2Nya yang Agung itu. Sifat yang nggak ada tandingannya bagi yang mau nandingi plus yang bikin luar biasanya nih, seberapa besarpun kedurhakaan itu. Bukan hanya kalimat itu, bahkan sampe sifat itu nggak bakal pernah berubah. Allahuakbar.

Mulai dari pandangan yang semestinya kita pergunakan untuk yang more useful, tapi kita sering jadiin tuk ngeliat apa yang nggak pantas tuk dilihat (astaghfirullah dech!), yang lebih kena lagi lisan ni sobat. Yang nggak ada remnya. Bukan terpaksa, malah terkadang dipaksa untuk ngisi waktu motifnya. Dengan gosip yang bikin nelangsa amal kita. Coz katanya nih, amal kita itu tertransfer ke orang yang kita jelek2kan itu. “lo tapi ini kan bener adanya?”, itu ghibah namanya sobat.

Pokoknya semuanya sobat, sampe ke hati kita yang paling dalam ni, terkadang ada yang berfikir negatif. Termasuk sikap negatif ke diri sendiri juga termasuk nggak syukur nikmat. Semua inikan anugerah sobat, Allah nggak main2 nganugerahin ini. So,apa lagi yang harus kita dustakan ? Allahuakbar.

Namun dari semua itu sobatku, Allah ngingatin kita juga, jangan PUTUS ASA. Tapi yang bikin lebih haru nih, sebelum dihibur pake “jgn putus asa”, Allah pake kalimat yang bikin haru kita n pingin trus didekatNya. Allah bilang gini “wahai hamba-hambaKU…” duuuuh, udah ngedurhakaiNya masih pake Hamba-hambaKu. Allah nggak nambah nekan kita. Udah putus asa, Dia hibur kita pake kalimat terindah lagi, HambaKu. Jadi sobat, kita jangan putus asa.

Anggap aja, tiap penyimpangan yang pernah kita lakuin, sebagai langkah kita untuk semakin cinta ke Allah. Serukan sobat klo idup ni kayak naik gunung plus turun gunung, lebih berseni. Tapi yang paling indah itu, makin lama makin dekat ke Allah. Kayak naik gunung, tapi trus mendaki biar sampe puncak tertinggi. Luar biasa ya ? Kalimat pembuka yang jadi pesan pertama di AlQuran untuk manusia bisa jadi obat terampuh sepanjang masa. Nggak kenal kondisi dan situasi tapi punya nilai tinggi dalam hal toleransi.

Mungkin Allah juga akan menguji atau emang udah nguji (sorry untuk masalah holistik, emang banyak pake kata “mungkin”. Coz penuh dengan rahasia dan ini ni transenden space), beruntunglah orang2 yang udah lulus dari ujiannya. Tau kan siapa yang lulus ? yang lulus itu orang2 yang sabar dalam musibah dan syukur dalam nikmat yang lebih. Yang udah misalnya ini nih, (kebetulan inspirasinya keluar waktu Khatib Idul Adha nyampein khutbahnya) ya tentang musibah tsunami yang dua taon lalu mampir ke kita.

Sekali lagi sobat, kita harus ingat pesan pertama tadi. Bukan berarti Allah murka sampe ngasih musibah yang nggak pernah diduga sama kita. Ini adalah sebagai rasa kasihNya. Lihat aja buktinya,setelah ini banyak perdamaian terjalin setelah sekian puluh taun bertikai. Mulai dari Indonesia, Thailand, hingga India dan Sri Langka. “eh, tapikan ada juga yang kehilangan ortu n sanak saudara yang lain?”. Hmmmm, bener juga ya…. tapi sekali lagi sobat, ingat The 1st message tadi. Allah tu maha Pengasih plus Penyayang.

Dengan anak yatim inilah lahir perdamaian. Pastinya dengan doanya donk. Trus dengan anak yatim inilah lahir keberkahan di dunia ini. masih ingatkan tentang hadist nabi, yang mengelus kepala anak yatim, bakal…(bakal apa ya ?) pokoknya dapat reward yang lebih dari yang lebih dech.

Trus ada satu pesan yang luar biasa berkesan banget sobatku. Pesan dari khatib yang waktu Idul Adha ditempat aku itu. Katanya gini, dengan musibah yang menimpa kita, jangan kita anggap sebagai kemurkaan, tapi ini adalah nikmat. Siapa yang lulus dari ujian ini adalah orang yang terbaik kwalitasnya karena keridhaannya terhadap apa yang terjadi padanya. Kita boleh kehilangan ayah, kita boleh kehilangan ibu. Kita boleh kehilangan anak dan sanak sodara, tapi KITA NGGAK BAKAL KEHILANGAN ALLAH TUHAN KITA  (kwoooowwww…. kwwooooowww… kwwooooow…) ngena banget sobat. Kita nggak bakal kehilangan Allah yang begitu luar bisa Cinta dan kasihNya.

Duuuh, luar biasa ya ? nggak tau lagi dech mo ngomong apa… Cuma dengan akhir dari kalimat ini sebagai renungan dan penghayatan dalam hati dan tindakan kita,

Bismillahirrahmanirrahim, Allahuakbar.

Yang juga dikasih nikmat,
Arbi… arbi… arbi anak B’ Joel

managed by: alsa_05

No comment »