Pemimpin Abadi
Pemimpin abadi adalah sosok pejalan jauh yang menempuh perjalanan
tanpa mengenal kata berhenti didalam kehidupannya. Senantiasa
melakukan perjalanan di berbagaia belahan dunia guna mencari dan
menuntut bahkan menjemput ilmu yang telah tersedia. Tak kenal teriknya
siang, tak kenal dinginnya malam, bahkan dalamnya samudera dan
menjulangnya langit. Meski didalam keyakinannya bahwa ilmu itu sedikit
dibanding dengan ilmu pencipta-nya. Tapi ia berusaha terus agar dapat
diraih. Inilah sosok pemimpin abadi.
***
Pemimpin abadi adalah seseorang yang mampu membaca peluang
didalam perjalannya. “Leader is Reader” Ada sebagian orang yang
menganggap bahwa yang buruk itu akan selamanya buruk, tetapi
pemimpin abadi tidak seperti itu, pemimpin abadi akan berusaha untuk
membentuk pola pikir (paradigma) bahwa segalanya adalah baik.
Anggapan bahwa resiko adalah berbahaya, tapi bagi Pemimpin abadi
resiko adalah sesuatu yang harus dikelola agar tunduk dan menghasilkan
sebuah gebrakan besar yang sungguh luar biasa. Semakin besar resiko
yang dikelola, maka peluang keberhasilan akan lebih besar.
***
Pemimpin abadi adalah insan yang membawa masa depan menuju hari
ini. Ketika orang akan berpikir, ia sudah mengerjakannya. Perjalanan waktu
dan perputaran dunia. Pergantian zaman dan peralihan budaya. Teknologi,
managemen, bahkan hingga kepercayaan. Telah membuktikan dengan
adanya Pemimpin abadi yang telah membawa hal tersebut diatas
kepada hari ini. Luar biasa bukan ? awalnya orang-orang menganggapa ia
gila karena idenya yang belum pernah ada. Tapi inilah Pemimpin abadi,
yang selalu membawa kepada perubahan menjadi lebih baik. Baginya
statis adalah hal yang sungguh konyol. Hingga ia ingin ada suatu
perubahan. Bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk semua ummat manusia.
Inilah Pemimpin abadi, apakah anda termasuk kriterianya?
***
Pemimpin abadi memiliki insting yang tajam,ketajamannya melebihi
belati, kilatannya melebihi cahaya, dan keakuratannya tiada pernah
diragukan. banyak tipe Pemimpin abadi di berbagai bidang, ada dibidang
bisnis dan lintas profesi lainnya. Dengan sikap membaca peluang serta
mempertajam insting yang selalu aktif. Masa depan dapat ia prediksikan,
serta belajar dari evaluasi masa lalu. Hal ini menjadikan semua orang
yang berada didalam kepemimpinannya selamat. Kepercayaan pun
mengalir didalam struktur. Sehingga tidak ada rasa curiga. Inilah karakter.
Jiwa kepemimpinannya untuk dibuktikannya bukan hanya untuk dimiliki.
Pemimpin abadi, yang siap megnemban tanggung jawab kapan pun dan
dimanapun (fleksibel).
***
Pemimpin abadi mampu menempatkan dirinya diberbagai kondisi
(positioning). Baik dalam kondisi terjepit maupun lapang, dalam keadaan
jaya maupun pailit. Pemimpin abadi mengikuti aturan main kehidupan
tanpa ada rasa sedikitpun untuk melawan arus (roling). Berperan sebagai
pemain sandiwara, memainkan peran sesuai skenario yang telah
ditetapkan oleh Sang sutradara. Pemimpin abadi mampu memikirkan apa
sebaiknya dilakukan, terhadap siapa dan kapan akan dilakukan
(thinking).tidak ada yang meleset, karena jiwadan raganya telah terpaut
kepada Sang pembuat rencana. Tiada tabir antara hati dan cahaya,
karena itu ia menjadi Pemimpin abadi.
***
Pemimpin abadi mampu berbicara secara fasih (speaking), seorang
moderator handal, tiada pernah keluar kata yang menyakitkan dari
lisannya. Tiada pernah lepas dari memuji lawan bicaranya. Tak peduli
dengan siapa ia sedang berbicara, pembicaraannya selalu membawa
manfaat dalam kondisi dan solusi didalam masalah. Laksana garam
terhadap sayur bukan minyak terhadap api. Kepuasan yang ada diraut
wajah lawan bicaranya karena kesopanan lisan dan penghormatannya.
Didalam diamnya ia terus berbicara, menyebut nama Tuhan yang selalu
mengawasi baik dalam kesendirian maupun tidak. Apakah kita Pemimpin
abadi ?
***
Pemimpin abadi lebih banyak mendengar (listening) dari pada berbicara.
Karena sudah merupakan suatu ketetapan kalau telinga diciptakan dua
dan lisan hanya satu, dengan maksud agar seseorang lebih banyak
mendengar dari pada berbicara. Inilah yang diterapkan Pemimpin abadi.
Dari sini ia banyak belajar, dari sini meningkat derajat dan kemuliaannya.
Karena orang _ orang bijak memberi nasehat bahwa kehancuran dimulai
dari yang begitu kecil, lisan. Ia siap mendengar apa saja. Ia menjadikan
pendengarannya sebagai sarana untuk berbagi. Berapa orang yang telah
mengadu kepadanya? Ia siap mendengarkan. Bahkan merahasiakan,
tanpa menceritakan kepada siapapun. Karena hal tersebut adalah aib. Ia
bagai kuburan bagi cerita-cerita yang telah orang-orang sampaikan
kepadanya. Sekali lagi, Pemimpin abadi hanya berbicara ketika manfaat,
karena ia begitu menjaga lisannya.
***
Pemimpin abadi, baginya silaturahmi (relationing) adalah hal yang sangat
penting. karena ia yakin, semakin luas jaringan maka, kehidupan ini akan
semaikn indah. Tak pernah menerima pemberian apa lagi untuk meminta
dan memohon. Kehidupannya hanya untuk mempersembahkan yang
terbaik kepada saudara-saudaranya. Bahkan ia adalah sosok jiwa yang
siap melayani, bukan sebagai penguasa. Tiada pernah bagi Pemimpin
abadi untuk mengambil manfaat demi kepentingan individu dari
relasinya. Ia menjalin persahabatan dengan tulus tanpa pernah mngharap
balas. Itulah Pemimpin abadi. Adakah kita seperti itu ?
***
Pemimpin abadi, bagi orang-orang yang berada disekelilingnya, ia adalah
pemimpin yang menyenangkan. Mampu memberikan obat kepada yang
sakit, cahaya kepada yang berada didalam kegelapan, dan memberi
tongkat kepada sipincang. Ia menjadi insan yang memberikan perubahan
melalui pembaharuan (refreshing) terhdap semangat dan dorongan. Tidak
pernah memerintah jika ia memang mampu mengerjakannya. Tidak akan
pernah bergantung kepada makhluk, karena hal itu menyangkut harga diri.
Adakah kita memiliki harga diri ?
***
Pemimpin abadi, adalah pengumpul kegagalan, dengan alat yang disebut
optimis, ia menghancurkan seribu kegagalan tersebut menjadi puingpuing
dan mengumpulkannya kembali menjadi satu dan menjadi sesuatu
yang baru yang dikenal dengan kesuksesan yang gemilang. Bukan
kesuksesan sebagai tujuannya, yang dia inginkan hanya kebahagiaan.
didalam perjalannya menuju sukses, lubang kegagalan terus
menghampiri. Tapi ia yakin, dari situlah ia belajar, dari peristiwa itulah ia
mendapat pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Tak perduli
berapa besar yang harus dikeluarkan, meski berakhir dengan satu
kegagalan, didalam sana ia telah berhasil, berhasil membangun jaringan
silaturahmi dari kegagalannya. Dari guru kehidupan yang tiada akan
pernah berhenti untuk mengajar Pemimpin-pemimpin abadi lain yang siap
untuk melangkah. Siapakah Pemimpin abadi selanjutnya ?
***
Pemimpin abadi adalah makhluk. Senantiasa bersyukur didalam
kenikmatan dengan cara berbagi. Dan sabar dalam kedukaannya dengan
cara tidak mengeluh apa lagi mengadu kecuali kepada Khaliqnya. Inilah
pemimpin abadi, meski terfitnah ia akan terus maju, meski terjatuh ia
lekas bangkit. Dan terus maju meski didalam kemunduran. Ia tidak akan
pernah terkurung didalam kesedihannya. Tangisannya tidak akan
menjadikannya lemah tetapi malah menjadi lebih tegar dalam
mengarungi samudera kehidupan. Nakhoda yang siap berpacu, melawan
ombak dan menantang badai. ia adalah Pemimpin abadi, sosok yang
dirindukan oleh semua kaum dengan kerinduan yang sangat.
***
Pemimpin abadi, sifat kompetisi yang tinggi. Bersaing dengan lawan.
Bukan hanya menjadi yang terbaik, tetapi untuk merubah sang lawan
menjadi kawan. Kemenangan adalah hal yang luar biasa jika tidak ada
yang kalah. Pemimpin abadi tidak pernah membuat lawan menjadi kalah.
Pemimpin abadi tidak akan pernah menjatuhkan lawan. Ia hanya bersaing
untuk mendapatkan kemenganan dan menjadikan lawan sebagai kawan
yang akan menjadi pemenang. Dengan keyakinan dan kebulatan
tekadnya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik dan Pemimpin
abadi siap menjemput pemberiaan terbaik tersebut dengan ikhtiar (effort)
yang maksimal. Berpeluh keringat dengan bermandikan darah apalah
artinya jika dibandingkan dengan ampunan dan rahmat dari Allah yang
terus menjadi sandarannya untuk selamanya.
***
Pemimpin abadi, tabah dalam kondisi terjepit, tak peduli seberapa sempit,
karena ia yakin ini adal sebuah pembelajaran. Seperti hikmah dari seeokor
ulat yang harus terus berpuasa ketika ingin menjadi kupu-kupu yang cantik
dan indah. Ulat juga harus rela dibungkus dalam beberapa waktu.
Bukankah ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ini juga adalah
sebuah proses untuk sebuah pergerakan yang akan membawa kepada
perubahan. Ya, seperti air yang jika ia statis, maka air akan berbau busuk.
Lihatlah air yang mengalir! Ia terus bergerak, tak peduli apapun yang
menghalanginya. Pemimpin abadi inilah satu prinsip Pemimpin abadi.
Bergerak !
***
Pemimpin abadi, tiada pernah terpikir untuk menunda-nunda urusan.
Karena kehancuran yang akan dijumpai jika hal itu dilakukan. Dengan
ikhtiar penuh, dan fokus terhadap apa yang menjadi urusan tersebut.
Pemimpin abadi tidak akan pernah pasrah terhadap nasib. Karena ia yakin
akan janji Tuhannya terhdap nasib, jika seseorang tidak merubah, maka
apapun tidak akan berubah. Pemimpin abadi juga tidak agresif, ia tidak
terbawa oleh emosionalnya tapi kecerdasan emosinya yang memimpin
dirinya. Sikap agresif adalah sikap yang terlalu tergesa-gesa, tanpa
pertimbangan yang matang dan tanpa melihat kedepan (prediction) apa
yang akan terjadi. Pemimpin abadi itu bersifat proaktif, yaitu diantara
kedua sikap tadi. Melihat resiko apa yang akan dihadapi, dan apa
kemungkinan terburuk dan terbaik yang akan terjadi. Adakah kita seperti
itu ?
***
Pemimpin abadi hanya perpusat kepada Khaliqnya (God oriented), sebuah
titik yang menjadi pusat atas segalanya. Pemimpin abadi adalah
pemamkmur kehidupan. Kehidupan siapa saja. Karena ia yakin bahwa ini
adalah amanah dari Tuhannya. Ia akan melayani siapa saja. Pemimpin
abadi tidak pernah mengharapkan pujian, ia hanya ingin dinilai oleh
Tuhannya. Penilaian yang sejati hanya dimiliki oleh Penciptanya. Inilah
sebuah pengawasan yang nyata. Orang-orang boleh mengwasi tapi pasti
ada kelalaian yang dilakukan. Tapi pengawasan dari Tuhan sungguh luar
biasa. Tidak ada sedikitpun kelalaian. Inilah tujuan abadi bagi sosok
pemimpin abadi. Pengawasan dari tuhan, pusat kepada Zat Pecipta.
***
Pemimpin abadi, kesederhanaan adalah pakaian bagi dirinya.
kedermawanan adalah selimut baginya. Kehidupan yang glamour sangat
jauh dari kepribadiannya. kesederhanaan bukanlah sesuatu yang hina.
Keserhanaan adalah lambang kemuliaan, bukan hanya bgi Pemimpin
abadi, tapi bagi siapa saja. Pemimpin abadi adalah pengembana amanah
kehidupan yang mengajak kepada sebuah keserhanaan. Karena ia yakin,
hidup dengan limpahan kenikmatan yang berlebihan adalah sesuatu
yang menjadikan siapa saja syaitan sebagai sahabat kehidupannya.
Tetapi ia juga yakin, kefakiran akan mendekatkan siapa saja kepada
kekufuran terhadap Tuhannya. Inilah maksud dari amanah kehidupan
tersebut. Siapa yang mengmbil jalan tengah maka ia akan selamat dan
mendapat rahmat.
***
Pemimpin abadi, memiliki kebijaksanaan jiwa yang begitu mulia,
kesombongan, hasad, dengki apa lagi ingin menjatuhkan tidak akan
pernah melintas didalam dirinya. Kehidupannya hanyalah untuk melayani.
Kepercayaannya atas segala sesuatu adalah milik Tuhannya. Dan ini
semua adalah titipan (amanah) dari Tuhannya. Ia hanya sebagai
pemelihara demi kemakmuran atas seluruh ummat manusia. Kehidupan
ini hanyalah sebuah perjalalan bagi Pemimpin abadi, sementara para
pengecut dan orang0orang yang kalah menganggapa kehidupan ini
adalah sebagai peristirahatan terakhir. Sehingga mereka bersedia
memperebutkannya. Pemimpin abadi percaya atas pernyataan yang
dikeluarkan oleh Tuhannya tentang nilai dari dunia ini yang tidak lebih dari
sehelai sayap lalat. Siapakah kita ? pengecut atau Pemimpin abadi ?
***
>>> Arbi anak B’ Joel was created this creation
Managed by: alsa_05