dan mereka pun menjadi miskin
Arbi Hadi, M.Vp untuk sahabat fs :
dan mereka pun MENJADI miskin ; sebuah renungan bagi maling bertoga
… sudah menjadi persepsi bangsa ini sepertinya. dalam buku "PIKIRAN YANG TERKORUPSI ; KWIK KIAN GIE" mengungkapkan hal ini dengan gamblang. tak hanya pikiran kita yang terkorupsi, otomatis, hati dan jiwa kita akan ikut terkorupsi.
mulai dari orang-orang atas legislatif, menembus pulau menyebrang lautan, para pejabat daerah yang seharusnya mengemban amanat penderitaan rakyat, kini malah kebanyakan menjadi pembuat penderitaan rakyat.
dari para kepala daerah, mengarah kepada kaki tangannya yang terkadang berwajah besi. hingga kepada para "pion" di "catur" pemerintahan tak mau ketinggalan. meski mereka pegawai kecil, namun mereka begitu gesit dan tanggap akan setiap kejadian dengan semboyan "pasti ada peluang !"
lumrah memang. dan hanya akan menjadikan lidah ini kelu dengan teriakan itu. tapi ada beberapa orang yang tak pernah menyerah atau merasa putus asa untuk mengembalikan negeri ini kepada negeri yang bermartabat dan terhormat. saya pribadi memberi apresiasi kepada mereka tersebut.
mahasiswa. ini sebenarnya yang akan menjadi inti cerita kali ini. pengalaman ketika didunia kampus (hingga sekarang). apa lagi menjelang akhir tahun / semester. beberapa instansi dan perusahaan menyadurkan beasiswa prestasi kepada para mahasiswa yang KURANG MAMPU.
yang uniknya, kini para mahasiswa hampir semuanya merasa KURANG MAMPU. sebenarnya apa ini ? masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. malang melintang, terkadang tenggelam dengan ilmu dan ajaran santun. lupakah mereka dimana etika ? bukan berarti memberi salam adalah akhir dari etika.
pemerintah provinsi dan kota, perusahaan (ada 3 pilihan) jelas-jelas mencantumkan "beasiswa kepada masyarakat ekonomi kurang mampu disertai dengan surat miskin yang disahkan oleh pemerintah".
tak ayal, akal pun tak buntu. mulai dari STEMPEL PALSU, TANDA TANGAN ASAL, DAN KOP SURAT HASIL SCANNING menjadi salah satu cara dari para MALING BERTOGA ini.
disini saya sedikit berbagi, lupakah kita kepada mahasiswa yang memang betul-betul yang kondisi ekonomi lemah yang tidak mendapat beasiswa ? bukan karena prasyarat yang didak komplit, tapi anda yang telah membuat urusannya semakin kompleks (karena mereka tidak sepandai anda dalam lobbi). kemana lari nurani ? kemana hijrahnya hati fitri?
dari tampilan sehari-hari saja mereka sudah lebih dari cukup. namun kenapa mereka bisa goal dalam mendapatkan beasiswa ini ? pasti mereka tidak sendirian. ada aparatur lain yang menjadi pelicin jalan mereka dengan maksud "mendapat fee" dari setiap mahasiswa (yang katanya) miskin.
kembali ke awal, benar apa kata KWIK KIAN GIE ; bahkan pikiran kita pun terkorupsi.