TEKONG TENGAH

Kecil dimanja, remaja disayang, kelak dewasa takkan pernah diabaikan. Ini bukan cerita tentang manusia yang makin hari makin menjadi kawan. Ini cerita tentang kisahku padamu. Meski hatiku kesal, tapi jiwaku masih mampu bersabar, itu karenamu. Sewaktu mataku dangkal dari lubuk masalah itu, tapi akalku masih segar untuk membuat sebuah keputusan yang tak perlu tiga kali ketukan palu. Itu karenamu, kawan.

Tega nian kau berlaku begitu. Mungkin kealpaanku memberitahumu tentang akhlak dalam bermain kawan. Berjalan dengan waktu, bergandengan dengan nasib. Lupa kukatakan, kalau ada pasal yang yang begitu kukuh tertanam. Wajib berlaku untuk setiap keadaan. Kukatakan dengan lantang padamu untuk sekali ini kawan ; JANGAN MAIN TEKONG TENGAH!

Kau lupa berapa orang yang bisa terluka dan terbelah dua. Perasaan yang hampir memiliki pupus karena langkahmu yang terus menjadi. Tahukah engkau kawan, kalau etika itu adalah tongkat kendali untuk sebuah kreta. Bisa mengatur tarikan kuda, baik cepat atau pun lambat.

Cerita ini sudah lama kudengar kawan. Ya, tentangmu. Tentang jurus TEKONG TENGAH mu yang banyak membuat mereka kecewa. Cukuplah apa yang ada ditanganmu. Kalau memang roti temanmu lebih besar, relakanlah! Karena tak mungkin semua roti dapat memenuhi isi perutmu.

Hingga kisahku ini ku patrikan dalam untaian kalimat. Kau memukulku dengan jurus TEKONG TENGAH mu! Aduh!

(Benar apa kata Nabi, untuk melihat kawan, salah satunya dengan sebuah proses bisnis denganmu)

Comments (2) »

kecupan hangat belasan tahun lalu…

Bibirnya basah, suara sayup sayu yang mengiringi. Terkadang bunyi hilang ditelan malam. Dipanjatkannya doa yang konon ia yakini menjadi obat dari keletihannya setelah seharian bekerja.

Ia lepas mukenah putih itu. Ia menoreh ke belakang.Tampak dua putranya sedang tertidur lelap. Si sulung yang kelihatan sehat dengan tubuhnya yang tembun. Lain lagi dengan si bungsu. Entah karena terbawa nasib dan keadaan ia tampak sedikit kurus.

Ia pun membaringkan tubuhnya, mencoba untuk memejamkan mata. Berharap pikiran-pikiran sampah tak perlu menyinggahinya. Biarlah waktu berlalu. Lakukan apa yang memang perlu dilakukan. Mungkin ini satu aturan bagi seorang janda muda yang ditinggal oleh suami.

Sekali lagi ia menatap kedua putranya. wajah letih terasa hilang. Segala masalah seakan-akan terbang. Ia labuhkan satu kecupan untuk si bungsu yang berada disampingnya. Ia menggeser bantal guling yang berada disamping si bungsu. Satu kecupan cinta ia labuhkan juga untuk si sulung.

(Aku masih merasakan kecupan itu, meski telah belasan tahun berlalu. Ibu muda itu akan selalu muda, dan akan terus mulia bagi diriku, dan adikku.)

Arbi Hadi, M.Vp ,Si Sulung.

No comment »

panglima itu masih hijau

Khalifah pertama itu mulai berpikir tentang tawaran dari beberapa sahabat. Setelah disampaikan dua belas titik pemberontakan yang terjadi. Abu Bakar As Shiddiq r.a. mulai berpikir mencari solusi. Beberapa ide cemerlang dan pendapat disampaikan. Akhirnya keputusan pun sampai dipenghujung, mereka harus diperangi. Mulai dari nabi palsu, hingga kepada orang-orang yang enggan membayar zakat.

Ada yang menarik dari kisah memesona itu. Seorang sahabat datang melaporkan bahwa kala itu umat Islam kekurangan prajurit perang. Hingga sebuah usulan agar pasukan untuk menghadapi Romawi yang dikirim oleh Rasulullah kala itu untuk ditarik.

Ada kemungkinan mereka akan kalah, karena pasukan dibawah pimpinan panglima perang Usamah bin Zaid yang masih hijau (19 tahun). Maka dari itu sahabat minta pasukan itu ditarik. Dan mereka pun dapat membantu pasukan muslimin untuk memerangi nabi palsu dan kaum yang anti zakat.

Dengan lembutnya santun dan kokohnya wibawa, sang Khalifah menolak ajakan pendapat itu. “Pasukan itu… Rasulullah yang telah mengirimnya, Panglima itu, Rasul saw. pula yang memilihnya… tidak mungkin aku melanggar apa yang telah Rasul saw. lakukan…” Memang benar apa yang dikatakan Rasul, selalu dibenarkan oleh As Shiddiq.

Bahkan rasul saw. pernah mengatakan : Kalau iman Abu Bakar diletakkan dalam satu timbangan, dan disatu sisi diletakkan iman seluruh umat manusia dari permulaan hingga akhir zaman. Maka timbangan ini tidak akan pernah mengungguli timbangan iman Abu Bakar.

Singkat cerita, Khalifah itu pun berhasil memenangi keduabelas pemberontakan itu. Dan Romawi pun, kekaisaran terbesar dan terkuat pun harus tunduk kepada kekuatan panji Islam kala itu. Rasul memilih Usamah bin Zaid menjadi panglima perang, bukanlah sebuah pilihan yang salah. Semangat Usamah yang berapi-api. Kemampuan perangnya pun mumpuni.

Bahkan sewaktu menghadapi perang melawan Romawi, sang Jenderal kecil diminta pulang agar tidak merusak perang keduanya. Namun ia mengatakan dengan lantang kalau ia adalah sang Jenderal, sang Panglima perang laskar muslimin.

Konon, teori perang dan semangat perangnya kini menjadi dasar dari pendidikan di sekolah militer Amerika Serikat di Westpoint. Inilah pemuda. Di raut wajahnya tergambar nasib negeri dimasa yang akan datang. Disegala tindakannya, memberi pengaruh bagi kemajuan sebuah peradaban.

Bahkan Khalifah kedua umat Islam, tak akan mengeluarkan sebuah kebijakan sebelum ada pendapat dari para pemuda.

Comments (1) »

Pesan Abadi Dari Budak Sarah (refleksi Hari Qurban)

Dalam waktu yang lama, tak dapat dibayangkan. Dihamparan padang gersang. Di jazirah yang orang pun tiada pernah tahu itu dimana. Bukan karena itu daerah impian, atau tempat yang telah dijanjikan.

Wanita gelap itu terus berkeliling antara Safa dan Marwah. Hanya untuk mencari air. Siang terik, dan hanya ditemani seorang bayi kecilnya, Ismail. Ia relakan kepergian sang suami yang meninggalkan mereka berdua  karena perintah Tuhannya.

Dialah Sarah. Perempuan budak hitam, isteri kedua dari Nabi Ibrahim, si bapak para nabi. Dizaman sekarang, tentunya orang berpikir berkali-kali untuk mempersuntingnya. Dengan kulit hitam, wajah pun tak terlalu cantik. Namun yang menjadi kebanggaan adalah, dirahimnya telah tertanam benih kenabian dari Ibrahim. Dan kelak, anaknya juga akan menjadi seorang Nabi yang menghulu dari para nabi berikutnya.

Ia tidak patah aral. Ia yakin janji Tuhannya. Ia berhenti sejenak, namun anaknya menangis semakin menjadi karena kehausan. Si bayi terus menghentak-hentakkan kakinya ke tanah berpasir di padang itu. Dan disinilah tangan Tuhan pun bekerja. Keluarlah air bersih dari tanah yang dihentakkan si Ismail kecil. Hingga kelak dinamakan air Zam Zam.

Sebuah kisah yang memesona zaman. Hikmah yang ditinggalkan pun begitu besar. Pencarian yang panjang. Yang menggambarkan keegoan manusia untuk kebutuhannya harus dibakar untuk kepentingan yang lain (Ismail yang kehausan).

Sikap pantang menyerah diajarkan. Jauh dari kata putus asa. Harapan si budak hitam legam Sarah  terus dikejar meski itu fatamorgana. Inilah kehidupan. Sering apa yang kita cari ternyata bukan pada apa yang sedang kita tekuni.

Ismail memberi ajaran kepada Ibunda tercintanya. Kalau air itu ada dibawah hentakan kakinya. Dan kisah itu kelak diabadikan dalam bagian ritual Haji yang dilakukan seluruh umat di seluruh dunia.

Comments (2) »

tak perlu kaya, yang penting punya makna

perenungan yang terus berlarut. dari waktu ke waktu. aku terus berpikir. apa yang kucari sekarang ini ? hari-hari berkumpul minggu, minggu-minggu  menyatu bulan, dan belasan bulan pun berkumpul dalam tahun terus terpikir olehku. benarkah langkahku selama ini ?

21 tahun. memang kurasa belum cukup untuk segalanya. terlalu jauh untuk dari kata matang. terlalu dini untuk dicap dewasa. tapi inilah titik awal dari segalanya.biarkan aku mencoba…

era kebijaksanaan telah lahir. nurani manusia di dunia semakin kilat terasah. disebagian belahan, tampak kemiskinan berkurang ditangan segelintir pahlawan tak dikenal. disatu sisi lain, sekolah-sekolah anak jalanan didirikan oleh perempuan-perempuan yang dikatakan lemah. disatu tempat lagi cuma sebatas seremoni oleh seorang yang bisa dikatakan “tidak menjual”, namun mampu menggugah orang banyak disebuah negeri.

aku berpikir. ya, mereka sudah mulai. tak ada harta, mereka memberi dengan tenaga. yang tak punya tenaga, mereka berharap dengan asa.

anak-anak itu butuh sekolah untuk merubah kehidupan mereka kelak. si sakit papa itu perlu obat yang tak mampu ia beli. si tua renta itu perlu tongkat untuk menahan tulangnya yang lunglai.

tuhan pun seperti berbisik padaku. “lihatlah langit hambaku…! seluruh dunia Ku payungi dengannya. Ku cukupkan sinar untuk bertumbuh. ku turunkan air agar semua bisa berbenih. inilah maha kebijaksanaanKu. lantas, dimana sedikit kebijaksanaan yang Kuberikan padamu?”

teringat mimpiku ingin memberi sedikit arti bagi orang lain. jiwaku kembali menggelora untuk kembali kesana. ya, aku harus kembali. kembali untuk impianku. seperti mereka yang telah lebih dulu memulai untuk dunia.

dunia membutuhkanku.

dunia menantiku untuk berbuat, apa lagi yang ku tunggu..?!

No comment »

2 amoy in my life : Ummi Kaltsum and Nazwa

few decades ago, she was young. with her oriental face. people named her as “amoy”. the beautiful meaning in chinese name.  she live with her parent in center of city on that day. her father was a businessman.

while in one day, everything has changed.

amoy become a muslimah. not only her. her family also. and they decide to leave the city and go to Lokop (a state of East of Aceh). amoy change her name become “Ummi Kaltsum”.  they learn more about islam there. they learn to reading Quran. amoy has beautiful sound to read the Quran. people call her as Qariah. the person who can read Quran clearly.

in her teen. Ali Basya (the warrior in Prang Sabii in Gayo land) married her. beside the warrior, Ali Basya is a businessman also. Ali ask ummi kaltsum to live in Blangkejeren. the state which i am living there.

in that valley. they run the restaurant. and get the good respond from the people there. amoy has shy behavior. that my grandmother said. my grandmother is her daughter. that’s why she known about the Amoy story.

****

now. I have different Amoy. nice face with cute eye. she is 3 years old. first. my grandma said that nazwa and ummi kaltsum is seemed. so, nazwa named as amoy also. untill now, all of us call her amoy.

when i come. she always hide. she scared of me. i do not why. but her scare treat made me love her more and more..

i am very happy, i am glad. i have two amoy in my life. thanks God

No comment »

triangle concept

Sleep with the customers. Know what their need, know what their want, and know what their passion are.

Here is story about Customer Relationship Management and Technology relationship. First, let make simple definition about technology meaning. Some people think that technology is an integrated machine which can make your job become easy. It is right, but not absolutely rigth. Machine is a part of technology (technology producy). Simple meaning of technology is tools which can help you to finish your job fastly, and simply.

Telkomsel as one of provide in Indonesia. The largest service of mobile telecommunication. Has known  and performed about CRM. I am one of member for its SIM Card. I used simpati card and Kartu AS. Certainly, I have reason why I choose both.

Altough many provider show the tv commerce with their offer for low cost till costless for calling and other services. I never change my choice. I keep loyal with telkomsel. Why ? (here is the CRM and technology relationship point)

1.       With Honestly telkomsel show the real cost and credit. No lie, no gymnic marketing there.

2.       With periodic time, with different technology maybe, Many service which made me satisfied for that. From Simpati Zone until Gen Asyik are available.

3.       Never made its customers confused for their promotion and others.

4.       And the latest service, telkomsel launched “t-cash”. You can pay anything when you are in shooping center by your mobile phone.(the latest technology adopted)

Then, one of my experience in telkomsel center in medan. First time when I came there. I stay at the door. They open the door and never forget to say “selamat pagi..” with simetric smile also. Cute customer service women show her regard to me. Nice experience

After registered and finish all. I think it spent a lot of my share wallet. But it out of my expectation. “surely sir, it is free. It is our service for our honourable customers..” oh, have you had some experience like me there? Or in other provider call center ? I think “NO”.

***

Near from mobile phone story. Plaza millenium in medan, north sumatera. A month ago, I bougth one NOKIA. Like usual. I paid for it with regular or common price. They check the condition of cell phone.  But, there is something different before I paid for it.

My friend tell them that we were looking for the NOKIA 3110c series. In fourth floor, too exhausted when you use escalator from first to upstair. “OK, wait a moment…” the keep shopper type in his computer. I do not know what she does. In 15 second she tell us “stock ada pak..”

Oow, the shop in plaza use SCM concept (Supply Chain Management).  The building have integrated in one system. From one shop to other shop. They know how many stock avalaible, they know where they can get the order. “mohon tunggu sebentar pak..” symetric smile presented to us again.

The other shop keeper give us some cool drink. “dari mana pak…” she shows her friendly. “kami dari aceh,…”.”wah, kabarnya di aceh sekarang orang kaya kaya ya pak..?” we laugh as our response. In two minutes the one shop keeper has brought what I need.

In friendly smile. In short discuss. I tell to you that is the SCM and technology relationship. Integrated in system. To know the information stock. What the goal ? the one goal is to make me satisfy with the service. that why I become the refferal customer. Tell to you about telkomsel, tell to you about the millenium plaza. It is my experience.

Comments (2) »

HEY PROBLEM, I HAVE A BIG GOD. WHERE ARE YOU ? HERE I AM…

today, I feel hurt… it is not story about someone who guilty. It is not about mistaken somebody issue. it is about my problem own. It is a disaster normally. One sms has received by my mobile “2 billboard has broken. Tonigth, we’ll hold them” Astaghfirullah, it is bad news..no word, no spoken.

 

Searching the phone number, I find out my dad number. I call him immediately. He told me that he would cover that trouble with my technical partner there.. He told again that the tower has separated with its plate.

……………

I am believer, I faith about the causality law. What I have given, that I will get. I believe in hand of God is the controller of this life. He known what I have made, He have heared what I had spoken.. He could and known the details of my heart voice also.

 

Hm,after that, in silent, I try to concern.. have I made some mistake? Have I forgot about things which I mean it is my duty? Close the eyes, try to remember, try to evaluate what I have done. Where is the wrong?

 

3 minutes is not enough to cover all the memory,

 

Oke, I know. I will recover all my mistake. It is my commitment. It is somemodel test of me to try how strengh I am for this test. How patient I am. Event the tears has down, the heart has been hurt. I will face the test.

 

According with my lecturer commmandment.

“never say; Oh God, this problem is so difficut! But you must face the trouble and yell “Hey problem, I have a big God. Where are you ? here I am…my God covered me”

 

Tought this problem, May I strength to face it. It is present in my second day in 21st years old. InsyaAllah.

No comment »

21st station

i arrived in 21st station on 00.00 AM. no more choice.. trought 20 stations, much of things i hv got. my bag was full.

but, do you know what the captain gives to me in 21st ?

He gives me new bag bigger than that one. oh, God, what the next test in 21st station after.
no time to get the rest again. it’s 21st. altough people said that life begin in 41. let me start 20 years early..

let me know how beautiful life next, how wonderful the miracle which God gives.

thnx for all, especially to my mom, u r in far state, but ur heart, ur blow, ur smile, ur advice…they are so close with me. u are an angel.. Allah must love u..

hey, how about my love stage ? i think, the girl read this message also.

will ..***** me ?

u are another angel.

No comment »

Alex, bukan Melayu

“ke banda (aceh) juga ?”

“iya, kebetulan liburan…. sekitar dua mingguan gitu. asli banda ? dimana ?”

“nggak, saya asli gayo lues, aceh juga sih.., oya, kenalan dulu donk..”

sambil ku buka tangan untuk berjabat,

“alex..”

“arbi….,”

“masih kuliah..atau udah kerja ?”

“ya…..dua-duanya lah.. ada kerjaan nyambi kuliah gitu” dengan sedikit senyum kulepas.

“kamu sendiri gimana ?” tanyaku. sekejab Alex terdiam,

“nggak kuliah, kita buka bengkel di penayong (salah satu pusat domisili tiong hoa di Banda Aceh)…”

“bengkel yang nyediain spare part, bisa service..nggak jauh dari toko sepatu Bata” tambahnya.

didalam hati aku pun tersenyum, sedikit lucu memang, tapi lebih kepada pengalaman yang tak terlupakan di pool bus itu. inilah Alex, mata cipit, tingginya tak lebih dari 170 cm, badannya gemuk, kulihat tangannya menenteng bika ambon “zulaikha”.

aku baru tahu kalau di suku tiong hoa ketika ia menjawab telepon dan ia menggunakan bahasa yang pasti aku sendiri belum paham apa maknanya.

nah, apa pelajarannya ?

lokasi tak begitu strategis, hanya sebatas pool bus, waktu bicara kami tak kurang dari tujuh menit, tapi si Alex tidak melewatkan sedikitpun dengan promosinya : “bengkel yang nyediain spare part, bisa service..nggak jauh dari toko sepatu Bata”

hehe, mungkin ini yang membedakan aku semasa kecil dengan Alex. makanya, seusia sekarang pun, ia sudah tahu arti dari personal positioning. sementara aku, yang bisa dikatakan orang melayu, sewaktu kecil…ketika tamu datang, aku disuruh untuk ke belakang agar tidak terlihat oleh si tamu.

No comment »